Bocah SD Menjadi Budak seks Ayah kandungnya, Kanit PPA Masih Menunggu Hasil Visum

Korban Saat Melapor di Polres Siantar.
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM – Terkait kasus bocah SD,SS (11) warga Kelurahan Bahkapul Kecamatan Siantar Sitalasari, yang menjadi budak seks Ayah kandungnya berinisial HB (44) Selama 1 tahun, Kanit Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Ipda Herlina Damanik memberi keterangan , Rabu (11/10).

Sekira Pukul 13.00 WIB Herlina saat awak media Metropublik.com menemui di ruangan kerjanya, ia mengatakan, kasus dugaan pencabulan terhadap Bunga itu sudah dilaporkan secara resmi keruangan Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar. Dimana pelapor dalam laporan pengaduan itu pihak sekolah dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kota Siantar. Adanya laporan pengaduan itu penyidik unit PPA dan personil piket SPKT langsung membawa bunga visum ke RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pelapor.

"Semalam siang pihak sekolah dan Dinsos P3A sudah resmi membuat laporan pengaduan kemudian kami langsung bawa korban visum dan memeriksa pelapor", ujarnya.

Perwira kerap dipanggil Herli itu menambahkan perihal pembuktian masalah percabulan itu masih menunggu hasil visum et repertum (VER) terhadap korban dari dokter RSUD dr Djasamen Saragih Kota Siantar.

kemudian akan melakukan pemanggilan terhadap korban, Ayah kandung dan nenek korban tersebut. Hanya saja pemeriksaan bapak kandung dan nenek korban tersebut masih sebatas saksi. Begitupun bila berdasarkan hasil visum dan keterangan saksi saksi terbukti terjadi percabulan terhadap korban maka dilakukan penangkapan sekaligus penahanan sebagai tersangka.

"Dalam waktu dekat ini akan kita panggil bapak kandung dan nenek korban tersebut untuk diperiksa. Makanya keluar duluh lah surat visum nya biar bisa kami langsung tangkap", Ucap Herlina Damanik sembari mengakhiri.

Baca Juga : Bocah SD ini Jadi Budak Seks Ayah Kandungnya selama 1 Tahun

Sebelumnya diketahui. terungkapnya kasus pencabulan terhadap”SS”  itu pada hari Senin (9/10) siang. Dimana saat disekolah yang juga terletak dikampungnya itu korban bercerita kepada teman sekelasnya telah dicabuli. Cerita itu didengar Wali Kelas korban sehingga memanggil korban. Begitupun Korban sempat bungkam tapi setelah didesak, bunga pun mengaku sudah disetubuhi bapak kandungnya.

Mendengar pengakuan bunga itu Wali kelas dan guru lainnya pun membawa korban ke Puskesmas terdekat. Saat diperiksa korban kembali mengaku sejak kelas IV SD sudah menjadi budak sex bapak kandungnya itu dirumah mereka yang juga terletak di Kelurahan Bhakapul.

Adanya pengakuan itu Wali kelas pun memberitahukan kepada pihak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) kemudian bersama sama mendampingi korban untuk membuat laporan pengaduan ke Polres Siantar.(Rizal)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!