Joni KDS Pengusaha Perumahan di Jebloskan ke Penjara Kasus Penipuan Rp. 8,25 Miliar

Pengusaha Terkenal di Siantar Masuk Bui.
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Tan Pit Tjieng Piter Zein (64). Melaporkan Poa Tju Tjin Joni Phan (52) yang lebih di kenal dengan Joni KDS Salah satu Pengusaha perumahan yang cukup ternama di kota siantar, perkara penipuan sebesar RP.8,25 Miliar. Rabu (11/10).

 Joni KDS (52), salah seorang pengusaha perumahan ternama di Kota Siantar menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Tipidkor Satuan Reskrim Polres Siantar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Joni pun dijebloskan ke sel penjara karena diduga melakukan penipuan sebesar Rp 8,25 miliar terhadap korbannya Tan Pit Tjieng Piter Zein.

Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Restuadi melalui penyidik Aiptu Darwin Siregar mengatakan, pengusaha yang tinggal di Jalan Atletik, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat ini awalnya meminjam uang dari korbannya itu.

"Dikatakannya mau meminjam uang untuk membangun perumahan. Tapi, saat uang itu hendak dikembalikan, ternyata bilyet giro yang diberikan oleh pelaku ke korbannya adalah cek bodong". Ucap Darwin.

Pelaku Joni, memang tak mengembalikan uang secara cash. Ia membayar dengan cek bodong, yang sama sekali tidak ada saldonya dan rekening telah ditutup. korban yang merasa di tipu, kemudian membuat laporan ke Polres Siantar.

Mulanya korban sempat terkejut setelah dihubungi, bahwa bilyet giro yang diberikan oleh pelaku, tidak bisa dicairkan. Padahal, jumlah uang tersebut sangat besar, hingga Rp 8 miliar lebih.
Mengetahui hal itu, korban pun menemui Joni. Ia menjelaskan, bahwa bilyet giro yang diberikan joni adalah bodong. Ia meminta pertanggung jawaban dari joni.

Joni, yang awalnya enggan merespon saat diminta pertanggung jawaban kepada korban, kemudian Joni memberi jawaban yang tidak memuaskan kepada korban. Malah Joni berdalih bahwa uang Rp 8 miliar lebih itu untuk kerja sama investasi bisnis perumahan kepada korban. Korban yang tak terima dengan jawaban dari Joni, ia memilih jalur hukum.

"Joni di kenakan dengan pasal tindak pidana penipuan dan penggelapan pada Pasal 378 subsider 372 KUHPidana," Ujar Aiptu Darwin.(Rizal)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!