Oknum Guru SMK di Kota Siantar Lecehkan 3 Siswinya

Terlapor Tengah di BAP
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Oknum seorang Guru di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Siantar berinisial TM (35) dilaporkan ke Mapolres Siantar, karena diduga melakukan perbuatan pelecehan seksual terhadap 3 siswi di bawah umur yang tak lain merupakan siswinya sendiri. Ketiga korban diketahui berinisial , VS (16), AS (16) dan RS (16).

Informasi yang dihimpun,Rabu (25/10/2017) , Oknum Guru itu yang kesehariannya mengajar sebagai guru materi teknik informatika (TI) komputer di SMK tersebut didatangi orangtua korban dan massa organisasi , sehingga spontan menjadi sorotan siswa-siswi di lingkungan sekolah tersebut.

Dengan diwakili orangtua salah satu korban dan massa organisasi serta didampingi perwakilan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kota Siantar saat mendatangi sekolah SMK, tak juga membuahkan hasil dan akhirnya mereka mendatangi ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar.

Ditemui di depan pintu masuk ruang SPKT Polres Siantar, Ketua Komnas PA Siantar-Simalungun, Nandang Suaidah menerangkan terbongkarnya aksi dugaan pelecehan seksual terhadap korban yang merupakan siswi kelas 2 SMK berawal dari cerita antara VS dengan temannya RS dan AS.

"Ada tiga korban dugaan pelecehan yang dilakukan seorang guru mereka sewaktu jam belajar di sekolah di waktu berbeda," katanya.

Dikatakannya,korban mengaku bahwasanya di raba-raba oleh oknum guru itu di waktu berbeda,”Korban berinisial VS bercerita kepada temannya bahwasanya dirinya menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru TI mereka. Disaat itulah mereka saling bercerita satu sama lainnya dan akhirnya bersepakat memberitahu kepada orang tua mereka,”Papar Nandang.

Dikatakannya, selaku Komnas PA Siantar-Simalungun akan siap mendampingi korban dengan masalah yang dialami terkait dugaan pelecehan agar segera mungkin bisa diproses hukum sebagaimana yang dilaporkan. "Itulah tujuan kedatangan kami kesini untuk melaporkan akan dugaan pelecehan yang dimungkinkan terjadi terhadap anak," ujarnya lagi.

Ditempat terpisah kepala sekolah SMK tempat mengajar pelaku , T Br. Tamba saat ditemui dikantornya, Rabu (25/10) siang, mengatakan bahwa kedatangan massa organisasi ke lingkungan sekolah seakan tak ada tata krama dan etika. "Kita cukup menyayangkan aksi dan tindakan para massa yang datang tiba-tiba dan masuk ke ruang Yayasan Sekolah tanpa melakukan pengisian daftar kunjungan di Pos penjagaan Sekolah," ucap T.Br Tamba.

"Kami bukan tidak mau melayani, hanya saja massa yang sudah datang dengan mengatasnamakan organisasi seakan sesuka hati," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa pihak sekolah tidak ada niat menghalangi-halangi proses hukum terhadap guru inisial TM dan apabila itu nanti proses hukumnya jelas dari kepolisian pihaknya dengan tegas bahwa sangsi hingga pemecatan akan dibuat. "Terus terang kita tak ada membela dan menghalangi-halangi proses hukum dan kita tetap mendukung dan bila itu benar pemecatan terhadap guru dimaksut akan kita keluarkan dengan pemecatan," terangnya.

Pantauan metropublik.com , pelaku dicecari sejumlah pertanyaan oleh penyidik disaksikan langsung oleh tiga sisiwi yang melaporkannya. Terlihat juga orang tua siswi mendampingi di ruang Jatanras B.

"Iya guru komputer dia itu bang.. Sudah lima tahun ia mengajar. Adik kita semalam nelpon bilang gak mau sekolah lagi, takut dia masuk ruang komputer karena sering diraba-raba dan dipegang-pegang guru bernama TM," kata seorang abang kandung VS.

KBO Reskrim Polres Siantar, Iptu J Simanjuntak membenarkan pemeriksaan TM. "Tadi Jam 3 siang sudah kita panggil. Sementara ini dia (TM) masih dalam pemeriksan penyidik. 3 Siswi juga masih kita mintai keterangannya lebih lanjut lagi," katanya.(Rizal Siregar)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!