Pengusaha Tempe Terbilang Cukup Sukses

( Lisa pengusaha tempe )
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM – Seorang Janda yang memiliki 3 orang anak,Julisa Dewi (48),warga jalan Jawa,Gang Pulu Pandan, Kelurahan Bantan,Kecamatan Siantar Barat terbilang cukup sukses sebagai seorang pengusaha tempe.

Semenjak ditinggal suaminya 10 tahun silam, ibu yang akrab di panggil Lisa ini seorang diri harus menghidupi ke tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil, Pahit getir hidup telah dirasakannya, demi memperjuangkan untuk anak-anaknya, ia rela banting tulang bekerja serabutan di salah satu pabrik limun.

Usaha pembuatan tempe ini dimulainya dari saat Julis berdagang di Pasar Perluasan,hingga timbul niatnya untuk membuat usaha rumahan membuat tempe, yang awalnya Lisa membuat tempe dari 5 Kg bahan baku kedelai per hari.

Usaha tempe yang telah digeluti sejak tahun 2010 ini, sedikit-demisedikit produksinya bertambah meningkat, dari 5 kg sempat hingga 35 kg per hari.Meskipun usaha skala kecil tapi telah menghantarkan Lisa menyekolahkan anaknya hingga lanjutan atas dan sarjana. Bahkan ia sekarang telah membeli 1kios di pasar parluasan.

“Jika ingin berwirausaha sebaiknya dimulai dari kecil, tekun dan sabar, insyaallah akan berhasil”, Lisa Memberi pesan pada setiap anak sekolah SMA yang datang melihat usaha milik nya, untuk peraktek Biologi Di sekolah.

Lisa yang tekun ibadahnya juga dikenal sosok yang mudah bergaul dengan siapa saja termasuk anak-anak muda.Ia juga selalu memberikan nasihat-nasihat dan spirit yang membangun anak-anak muda di lingkungannya.

“Kalian harus berani untuk memulai berwirausaha, jangan selalu bermimpi kerja kantoran, kotor sedikit gak apa-apa yang penting halal dan hasilnya lumayan, kerja itu ibadah”, tambahnya Lisa dengan penuh semangat.

Bisnis tempe yang ditekuninya sering dianggap remeh, namun siapa sangka labanya mencapai lebih dari 40 persen dari modal. Proses pembuatannya pun mudah dan sederhana, investasi juga kecil, bisa dimulai dari 5-10 kg bahan baku kedelai per hari untuk skala industri rumahan.

Harga kedelai Rp. 7100,- per Kg, Ragi Rp 12.000,- per minggu,  daun pisang  Rp.20.000,- per hari, plastik Rp. 126.000,- per 1 minggu, gas 3 kg, Rp. 18.000,-per 2 Hari,  air, Rp. 15.000,-per bulan.
Analisis ekonomi jika skala produksi kita 17 Kg bahan baku kedelai per hari, 30 hari kerja maka per bulan 510 Kg bahan baku kedelai, maka biaya bahan baku Rp. 3.621.000,- per bulan.

Dibutuhkan Ragi biaya Rp. 48.000,-per bulan, dan biaya daun pisang Rp.600.000,-per Bulat, plastik, Rp. 504.00,-per bulan Gas 3 kg dan air Rp.285.000,-per bulan, Dari hasil perhitungan, maka biaya produksi dengan tingkat produksi 510 Kg bahan baku kedelai per bulan adalah Rp.5.058.000,- dan dihasilkan 5 jenis tempe kemasan daun dan plastik , harga tempe per kemasan daun yang besar Rp. 1300,- kemasan daun yang kecil Rp. 600,- kemasan plastik yang jumbo Rp. 2300,- kemasan plastik yang sedang Rp. 1100,- kemasan plastik yang kecil Rp. 700,- maka diperoleh penghasilan Rp.3.000.000,- per bulan bersih nya.

Proses pembuatan tempe secara umum adalah, kedelai direndam selama satu malam, kemudian direbus selama kurang lebih 1jam.30 menit dengan kompor menggunakan tabung gas 3kg , setelah mendidih ditiriskan dalam keranjang biasanya pakai bambu Karna susah mencarinya pakai keranjang yang pelastik,  untuk menghilangkan lendir nya kemudian. Setelah dingin ditabutkan atau ditambahkan Ragi, kemudian dikemas dengan menggunakan plastik atau daun pisang. “Di peram atau Di diamkan selama satu malam ".Ujar Lisa. (Rizal Siregar)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!