Yulius Mantan Redivis Bersama Engki Terpaksa Nginap di Hotel Pordeo Akibat…

Pelaku tengah diamankan Petugas
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Akibat Melarikan Kereta Smash BK 2047 WAG yang dikendarai Randi (19) Warga Jalan Nagur, Dua orang pelaku Yulius lumbantobing (20) mantan Redivis yang baru bebas dan Engki (20) Harus Mendekam Disel Polsek siantar Marihat.Selasa (31/10).

Yulius lumbanTobing (20) yang baru bebas dari penjara ia warga Jalan Toba satu kelurahan Toba kecamatan siantar selatan, bersama Engki (20) warga Jalan Parapat, Gang Suka Mulia, Kelurahan Tong Marimbun Kecamatan Siantar Marimbun, berurusan dengan Polsek Marihat akibat melarikan kereta Milik Randi (19) Warga jalan Nagur Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara.

Yulius ditangkap dirumah nya di jalan toba satu kelurahan toba kecamatan siantar selatan oleh personil polsek siantar selatan, Kemudian diserahkan ke polsek siantar Marihat, dilakukan pengembangan, personil meringkus Engki.

Rosti br Pakpahan (45) tetangga Yulius saat dikonfirmasi mengatakan. Si Yulius itu marga Lumbantobing, ia Putus sekolah sampai SMP, Baru keluar dari penjara si yulius itu, ia tinggal bersama orang tua nya, kasian liat bapak nya sedang sakit dirumah nya itu, pekerjaan bapak nya sebagai juru parkir (Jukir) di jalan sutomo.

"Karna sakit bapak nya tidak bekerja, bapak nya bekerja sebagai Jukir dijalan sutomo". kalau mamaknya bekerja di percetakan. " Biarkan la lama lama dia di penjara, kalau diluar bikin nyusain orang tua, kasian aku liat orang tuanya" Ucap Rosti.

Sementara, Kapolsek Siantar Marihat AKP Rudi Lapian, Selasa (31/10) saat dikonfirmasi ia membenarkan, kedua tersangka merupakan pelaku pecurian sepeda motor  motor Smash BK 2047 WAG Atas Nama Riana Harahap yang dikendarai Randi warga Jalan Nagur, Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara.

“Pelaku dan penjual sepeda motor curian sudah ditangkap. Sementara satu pelaku lagi bernama Cieng (23), warga Jalan Masjid, Gang Nirwana, Nagori Tapian Dolok, Kelurahan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun masih dalam pencarian alias DPO,” Ucap Rudi Lapian.

Awalnya Diketahui Sebelumnya Senin (9/10) sekira pukul 22.30 WIB, yang lalu, Randi mengendarai Kereta semes milik Riana, datang ke Warnet Kolit dijalan nagur, kemudian Yulius, Menyamperin Randi, ia meminta Diantarkan ke Simpang 2 untuk beli Nasi, sesampainya di Jalan Parapat Km 7.5  tepatnya di Simpang Marimbun.

yulius Meminta kunci kereta kepada Randi, dengan alasan ingin keliling keliling, Namun Randi tidak memberi kunci kereta tersebut.

Karna Permintaannya tidak di iakan, Yulius merampas kunci kereta yang dipegang Randi dan langsung membawa kabur kereta tersebut menuju arah Tiga Balata.

Darisitu, Yulius langsung menjumpai Engki mengajak untuk menjual kereta tersebut Kemudian mereka berdua menjumpai Cieng warga Rambung, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, meminta untuk menjualkan kereta trrsebut, Cieng Pun, menjualkan kereta tersebut dengan harga Rp 850 ribu.

Hasil dari penjualan kereta itu lalu mereka bagi, Yulius mendapat bagian Rp 400 ribu dan Engki mendapat bagian Rp 400 ribu, sementara Cieng yang menjualkan kereta tersebut, mendapat bagian Rp 50 ribu. (Rizal Siregar).
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!