Arist Merdeka Sirait Menyayangkan Tuntutan JPU Terhadap Pelaku Sodomi

Pelaku Sodomi.
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Komnas perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait sangat menyayangkan tutuntan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang mengabaikan ketentuan UU RI.Nomor 17 tahun 2017 untuk menjerat pelaku dengan ancaman minimal 10 tahun.

"Untuk perbuatan tersngka ASL (22) melakukan Kejahatan seksual dalam bentuk sodomi tethadap 7 orang anak peserta didiknya,  berdasarkan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penerapan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) Nomor 01 Tahun tentang Perubahan kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2012 tentang perlindungan Anak", ungkap Arist Merdeka Sirait selaku Ketua Komnas perlindungan Anak, ia memberikan keterangan kepada media Metropublik melalui Handphon. Jumat (10/11/2017) Sekira pukul 09.57 WIB.

Predator Pelaku Sodomi 7 Murid SMP di Tuntut 9 Tahun,Hakim Mengajukan Pledoi

Lanjut Haris mengatakan. Tersangka ASL dapat dituntut secara hukum untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya minimal 10 tahun dan pidana penjara maksimal 20 tahun, oleh sebab itu penuntut umum tidak dibenarkan menuntut pelaku sebagai predator kejahatan seksual  dengan ancaman hukuman dibawah ketentuan minimal yakni 10 tahun.

Untuk memberikan pembelaan terhadap korban, dan demi kepentingan terbaik korban serta mengawal proses persidangan kasus ini Kejahatan seksual ini, Komnas Perlindungan Anak bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Siantar akan berkordinasi dengan JPU dan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Siantar.Ucap Haris.

Sekedar diketahui sebelumnya, Hari Kamis (9/11/2017) kemarin, Terdakwa ASL (22) guru Pembantu pelatih pramuka di SMPNegeri 4 siantar, menyodomi 7 orang Muridnya, diajukan agar ia membuat suarat pembelaan (peledoi) karna dituntut 9 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henni A Simandalahi.
Karyawan PTPN Tewas di Tembak Praka H Prajurit TNI

Terdakwa ASL (22) Warga Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari tersebut juga didenda Rp 1 Miliar Subsidair 6 bulan penjara dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN), Siantar.

Terdakwa ASL nekat melakukan perbuatan yang sama terhadap korban lainnya, Pada hari Selasa (10/1 2017) sekira pukul 13.00 wib terhadap korban MRDP, hari Sabtu (21/1 2017( sekira pukul 15.00 wib terhadap korban AA, hari Sabtu (20/5 2017) sekira pukul 15.30 wib terhadap korban LMD, hari Jumat (7/7 2017) sekira pukul 17.30 wib terhadap korban HA, hari Selasa (11/7 2017) terhadap korban MAP, hari Senin (17/7 2017) sekira pukul 11.30 terhadap korban ANRS.

Selain memegang alat kelamin,terdakwa juga memasukkan jari tangannya kelubang dubur beberapa orang korban tersebut, kemudian menyerahkan uang Rp 10 ribu dan mengantarkan pulang mengendarai sepedamotornya. (Rizal Siregar).
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!