Dr Polentyno Girsang mantan Direktur RS Horas Insani kembali dieksekusi

Mantan Direktur RS Horas Ansani/Foto : Rizal Siregar/MPC.
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Dr. Polentyno Girsang SpB. (76) Mantan Direktur RS Horas Insani dan juga mantan Residivis dieksekusi diserahkan ke Lapas klas 2A Siantar. eksekusi itu menindak lanjuti surat perintah pimpinan yakni Kajari Siantar untuk melaksanakan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) RI No.354K/PID/2017 tertanggal 8 Juni 2017. 

"dalam eksekusi Dr.Polentyno Girsang itu team eksekutor Kejari Siantar Kasubbag Bin Doddy Gajali Emil SH MH didampingi Kasi Intel Hary Palar SH MH, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robert O Damanik SH dan staff Tata Usaha (TU) Hendra Nasution turut meminta dampingan Aiptu Klinus Sitinjak personil Polres Siantar dirumahnya Jalan Laut Tawar Kelurahan Siopat Suhu Kecamatan Siantar Timur Sabtu (18/11 2017) sore sekira pukul 18.00 WIB". Ucap Kajari Siantar melalui Kasubbag Bin Doddy Gajali Emil SH MH kepada metropublik.com saat ditemui di kantor kejaksaan jalan Sutomo, kelurahan proklamasi, kecamatan siantar barat Sabtu (18/11/2017) sekira pukul 20.00 WIB.

Kata Doddy Gajali, Polentyno tidak ada membuat perlawanan fisik melainkan sebatas perdebatan mulut begitupun sekitar dua jam kemudian pukul 18.00 wib terpidana Polentyno dieksekusi dengan dititipkan ke Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas 2A Pematangsiantar dijalan Asahan Km VII Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun.

"Terpidana Polentyno Girsang itu sebatas membuat perlawanan dengan perdebatan mulut saja tapi kami sudah eksekusi dan diserahkan ke Lapas klas 2A Pematangsiantar",ujarnya.

Lanjut mengatakan, eksekusi itu menindak lanjuti surat perintah pimpinan yakni Kajari Siantar untuk melaksanakan hasil putusan Mahkamah Agung (MA) RI No.354K/PID/2017 tertanggal 8 Juni 2017. Awalnya Majelis Hakim PN Siantar pada tanggal 25 Juli tahun 2016 memutuskan hukuman terpidana Polentyno selama 8 tahun penjara karena terbukti melanggar pasal 372 jo pasal 64 KUHP tentang penggelapan yang dilakukan secara berlanjut. Dimana sejak tahun 2008-2010 terpidana Polentyno menyuruh rekanan membayarkan uang perobatan ke rekening pribadinya yang dibuka tanggal 12 September 2008 di Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Pematangsiantar dengan No.000000-01-30-000015-8 kemudian menyurati pimpinan cabang BTN perihal bertanggung jawab pembuatan cek/BG RS Horas Insani kepada BTN Cabang Pematangsiantar dan masih menjabat Direktur RS Horas Insani. Akibat perbuatan itu RS Horas Insani mengalami kerugian sebesar Rp 1.192.291.736.

Kemudian tanggal 30 Oktober tahun 2016 majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan nomor 530/PID/2016/PT MDN memutuskan hukuman terpidana Polentyno selama 1 tahun penjara atau lebih tinggi dari putusan majelis hakim PN Siantar. Terpidana Polentyno mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Tanggal 8 Juni 2017 Majelis hakim MA RI No.354K/PID/2017 memutuskan menolak Kasasi terpidana Polentyno dan menguatkan hasil putusan majelis hakim PT Medan dengan menghukum terpidana Polentyno selama 1 tahun penjara.

"Jadi terpidana Polentyno dieksekusi menindak lanjuti hasil putusan majelis hakim MA RI", Ujar Doddy Gajali Emil SH MH sembari mengakhiri. (Rizal Siregar)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!