Duh! 4 Pelaku Maling di Amankan Polisi ,1 di Bebaskan

Rumah di Bobol Maling.
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Rumah P.Sianipar Dibobol 4 orang maling. dari 4 orang maling tersebut 1 orang dapat ditangkap warga maling itu adalah cucu kandungnya sendiri. Sabtu (18/11/2017) Sekira pukul 10.00 WIB.
"ke 4 orang maling itu melakukan Aksinya Sabtu (17/11) dini hari, yang menjadi sasaran mereka, Rumah P.Sianipar (66) Jalan Tangki, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba 1 diantaranya yang kami amankan bernama TG masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ia cucu kandung P.Sianipar"Ungkap Raja (55) Selaku ketua RT mengatakan ke metropublik.com saat di Mapolsek Martoba.

Awalnya P.Sianipar dilihat mereka sudah tertidur lelap, tidak mengetahui pintu rumahnya sudah dikerjai oleh Pelaku. 4 orang pelaku itu, mereka berhasil memasuki rumah tersebut, warga tak sengaja melihat ada gerak gerik mencurigakan dikediaman Sianipar. Terlihat 4 orang pelaku menjarah didalam rumah tersebut, lalu warga mengepung rumah Sianipar.

4 pelaku mengetahu Mereka dikepung, melarikan diri dan hanya seorang yang berhasil ditangkap, sempat kena pukulan warga pelaku yang tertangkap, pelaku pun diserahkan ke Polsek Siantar Martoba. "lainnya berhasil menyelamatkan diri dari warga" Setelah dicari tau, ternyata pelaku yang ditangkap bernama TG, tak lain adalah cucu kandung P.Sianipar sendiri. 3 orang temannya yang seusianya sama-sama masih duduk dibangku SMP. ujarnya

Raja menuturkan sepak terjang TG yang sudah sangat meresahkan warganya. Bahkan, nyaris semua rumah disekitaran Jalan Tangki, pernah dimasuki TG. 

"‎Kelakuan si TG sudah sangat meresahkan, Karena hampir semua rumah warga di sini udh dimasukinya. Dia melakukan perbuatan itu sejak dia masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) sampai sekarang Seperti sudah mendarah daging lah" Ungkapnya

Tidak lama tampak TG jalan melenggang kangkung keluar dari kantor  Polsek Martoba, Dengan Alasannya, TG tidak bisa dilakukan penahanan lantaran masih dibawah umur. 

Kedua orangtua TG  mereka sudah lepas tanggung jawab, mereka meminta anaknya itu dipenjara saja. bahkan orang tuanya Untuk membuat surat keterangan mereka tidak berkenan. 

"Tadi dibilang polisi dia masih dibawah umur, gak bisa di penjara, harus ada surat pernyataan dari orang tuanya. Sementara orang tuanya bilang biarkan aja di penjara, tapi disuruh buat surat pernyataan gak mau.‎ Jadi RT di sini buat kebijakan, bagi siapa yang merasa resah atas perbuatan si TG dan taman-temannya ini, wajib menandatangani surat pernyataan untuk diserahkan kepada Kepolisian, " Ucap Raja selaku ketua RT.(Rizal Siregar)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!