Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Siantar Beda Pendapat Terkait Kasus “UPAL”

Kasat Reskrim (Kiri) dan Kapolres (Kanan)
P.SIANTAR | METROPUBLIK.COM - Tersangka R boru S (58) Pensiunan PNS Warga Tiga dolok, Simalungun yang ditangkap Karna Membayar Ongkos Mopen menggunakan Uang palsu (UPAL). Kasat Serse AKP. Restuadi pun memberhentikan Kasusnya karna tersangka dinyatakan Gil*k.

"Kita Sudah memberhentikan Kasusnya" Dan tersangka sudah kita pulangkan kepada keluarga.. "Perempuan yang berusia (50) Tahun itu mengalami Gangguan KeJiwaan" Ucap Kasat Reskrim Polres Siantar AKP. Restuadi kepada metropublik.com,Jumat (3/11/2017).

Bayar Ongkos Pakai UPAL ,Wanita Pensiuan PNS Masuk Bui

Dikatakannya, R boru S mengalami gangguan kejiwaan Setelah Tiga anaknya meninggal Dunia, Secara beruntun dan hal tersebut yang membuat Pikirannya menjadi terganggu.

" Surat Merah menyatakan bahwa ia Gil*k, sudah ada kita pegang dari Dokter Spesialis Kejiwaan", Pelaku Mencetak uang  RP.50, 100 Ribu dan uang pecahan 5 ribu dicetak sama semua warnah merah,” Paparnya.

Sementara, Kapolres siantar AKBP. Doddy Hermawan, Saat Dikonfirmasi melalui Handphone selular pada hari Jumat (3/11) Sekira pukul 16.44 wib mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan dan menunggu hasil koordinasi dari Dinas Sosial Pemko.

" Dugaan awal terindikasi gila, namun sementara kami masih menunggu hasil koordinasi dengan Dinas sosial Pemko, terutama hasil tes dari Pesikiater", Ujar AKBP. Doddy Hermawan.

Diketahui Sebelumnya Selasa (1/11)  Seorang wanita pensiunan PNS berinisial R boru S (50) Warga tiga dolok, Simalungun terpaksa berurusan dengan polisi, Pasalnya ia kedapatan mencetak dan mengedarkan uang palsu.

Penulis  : Rizal Siregar
Editor    : Rendy
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!