KONI Bentuk Empat Koordinator Pendeteksi Persoalan di Setiap Cabang Olahraga

Koni Pusat
JAKARTA | METROPUBLIK.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sudah membentuk empat koordinator untuk mempermudah pendeteksian persoalan setiap cabang olahraga. Empat koordinator tersebut berasal dari wakil-wakil ketua KONI.

Sebagai pengawas, KONI berkomitmen untuk menjalani tugasnya sesuai Peraturan Presiden Nomor 95 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Menurut Ketua Umum KONI Tono Suratman, tugas mengawasi dan mendampingi cabor cukup luas penerapannya. Oleh karena itu, mengingat kebutuhan cabor juga cukup beragam, perlu ada yang mengoordinasikan dan mengendalikan.

Tono pun berinistiatif dengan membuat empat koordinator untuk memantau cabor. Mereka adalah Surya Darma untuk cabang permainan, K. Inugroho untuk cabang akurasi, Suwarno untuk cabang beladiri, dan Eka Wahyu Kasih untuk cabang terukur.

"Pembentukan koordinator ini diharapkan mempermudah mencari titik persoalan dan dicari penyelesaiannya," kata Tono di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (31/10/2017).dilansir detik.com

Sistem pembagian koordinator ini sebelumnya sudah diterapkan oleh Achmad Soetjipto di Satlak Prima. Namun menurut Tono, sistem itu layak dipertahankan lantaran cukup memengaruhi kelancaran pelatnas cabor.

"Sebagai contoh anggaran. Jika dulu anggaran dalam bentuk print out, ke depan kami akan mencoba online sehingga kita bisa cepat merevisi setelah itu kami serahkan kepada mereka. Di sini lah fungsi koordinator untuk memberi pendampingan kepada setiap cabang," ujar Tono menjelaskan.

Tono mengatakan dirinya juga tidak perlu mengusulkan kepada pemerintah terkait pembentukan koordinator tersebut. Ini dikarenakan pembentukan koordinator hanya bagian dari mekanisme percepatan KONI.

"Saya kira itu tak perlu diusulkan (kepada Kemenpora) karena itu mekanisme dari KONI. Sementara hal lainnya ya dengarkan pemerintah saja. Saya kira makin cepat makin bagus."

Empat koordinator cabang yang ditunjuk dinilai Tono sudah kompeten. Mereka memiliki pengalaman di bidang organisasi dan pernah mengoordinasi cabang olahraga.

"Pertimbangannya pertama mereka sudah pengalaman bidang organisasi dan pembinaan prestasi. Kedua, mereka pernah bertugas di militer dan punya basic untuk mengoordinasi cabor," kata Tono ketika ditanya dasar penunjukkan.

"Lagipula nanti di bawahnya akan terdiri beberapa akademisi dari perguruan tinggi yang membidangi prestasi, serta mantan atlet dan pelatih andal nasional dan dari luar negara kita," ujar dia lagi.

Sebagai gambaran, Surya Dharma merupakan Wakil V Ketua Umum KONI Bidang Kerjasama Dalam Negeri, Luar Negeri dan Hukum. Marsekal Muda (Purn) TNI AU itu juga pernah menjabat sebagai pimpinan Satlak Prima pada tahun 2013. Sebelumnya dia menjabat Ketua Satlak Prima Utama Muda.

Sementara Suwarno merupakan Wakil I Ketua Umum KONI Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga dan Bidang Pembinaan Organisasi. Dia juga pernah menjabat sebagai Ketua Satlak Prima pada 2014, menggantikan Surya Dharma. Di keorganisasian induk cabang olahraga, Suwarno tercatat sebagai dewan pembina cabang sepak takraw dan dewan kehormatan untuk cabang hoki.

Eka Wahyu Kasih merupakan Wakil III Ketua Umum KONI Bidang Litbang, Bidang Pullahta dan Bidang Kesejahteraan Pelaku Olahraga. Dia juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (PB GABSI).

Sedangkan K. Inugroho merupakan Wakil IV Ketua Umum KONI Bidang Rena, Bidang Media/Humas dan Bidang MSD. Dia merupakan Marsekal Muda (Purn) TNI.(***)
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!