Predator Sodomi di Vonis 7 Tahun 3 Bulan

Predator Sodomi
P.Siantar | Metropublik.com- Terdakwa ASL alias Predator sodomi di Vonis 7 tahun 3 bulan dengan denda 1 miliar subsider 6 bulan penjara oleh majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Selasa (5/11/2017) Sekira pukul 16.00 WIB.

Dalam sidang yang beragendakan putusan tersebut, tampak dihadiri terdakwa Afrizal Syahputra Lubis (ASL) dengan didampingi kuasa hukumnya Alexander Harefa.

"Menjatuhkan tindak pidana terhadap terdakwa ASL dengan pidana hukuman tujuh tahun dan tiga bulan, dan denda sebesar Rp 1 Miliar, subsider enam bulan penjara", Kata Majelis hakim Fitra Dewi, dalam membacakan amar putusan terhadap terdakwa.

Majelis hakim menyatakan kalau terdakwa ASL terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 82 ayat (1) subsider ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 292 KUHPidana.

Fitra juga menjelaskan hal yang memberatkan bagi terdakwa, bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan para anak korban trauma dan malu, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan dan mengakui terus terabg perbuatannya, terdakwa belum pernah dihukum.

Menanggapi vonis yang diberikan oleh majelis hakim, terdakwa ASL, yang didampingi kuasa hukumnya Alexander Harefa langsung menerima putusan yang diberikan oleh majelis hakim.

Namun tidak dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henny A Simandalahi, Henny dalam amar putusan yang diberikan majelis hakim meminta untuk melakukan pikir-pikir selama seminggu.

Sekedar diketahui, ASL berhasil diringkus dari kediamannya yang berada di Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, selasa 18 Juli 2017.

Terdakwa ditangkap lantaran telah melakukan pelecehan terhadap 7 orang anak didik pramukanya dikediamannya sendiri dengan modus kusuk, adapun modus lainnya dengan menyuruh anak para korban (anak didik)nya untuk mengambil sesuatu dan mengajak para korban ke lantai dua rumahnya.

Selanjutnya terdakwa membuka pakaian korban dan setelah berhasil membukanya, terdakwa langsunv melakukan pelecehan tersebut kepada para anak didiknya. Bahkan terdakwa mengaku kalau dirinya telah melakukan hal itu sudah dua tahun. (Rizal Siregar).
Advertisement
 
close button
Back to top
Situs ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami Kebijakan Kami
Got It!