HEADLINE NEWS

Dinkes Kota Siantar Melakukan Pencegahan dan penanggulangan Penyakit Diftri

P.Siantar | Metropublik.com - Dinas kesehatan (Dinkes) kota siantar melakukan pencegahan penyakit Diftri melalui puskesmas dan Rumah Sakit (RS). Kadis Dinkes dr.Ronald H Saragih berkordinasi dengan petugas surveilan untuk monitoring serta memberikan vaksin imunisasi. 

"Pencegahan dan penanggulangan ini di lakukan untuk Menyikapi surat edaran Menkes RI nomor HK.02.01/MENKES/158/2017 tentang kewaspadaan penyakit difteri dan surat edaran Pemprovsu nomor. 440/7260/2017" Ucap Walikota Efriansyah melalui Kadis Dinkes dr. Ronald H Saragih. Sabtu (16/12/2017).

Mentri kesehatan (Menkes) minta produksi vaksin untuk difteri dipercepat, Outbreak Response Immunization (ORI) dilakukan secara bertahap yang telah diawali Senin (11/12/2017) yang lalu di 12 kabupaten/kota di 3 provinsi DKI Jakarta, Jawa barat, dan Banten.

"Selanjutnya akan dilakukan pada (Januari dan Juli 2018) mendatang, Demikian salah satu uangkapan Menteri Kesehatan RI, Nila Moeloek, dikutip dari situs depkes.go.id terbitan 10 desember 2017 yang lalu,"Paparnya.

Lanjutnya, dr. Ronald menerangkan Tanda dan gejala penyakit Difteri, Seperti mengalami demam ada pseudo membran tebal warna putih keabuan kebiruan melapisi tenggorokan dan tonsil dengan ciri khas hidung berair dan bengkak diarea leher, serta sakit tenggorokan dan suara serak, nyeri saat menelan kelenjar getah bening dileher membengkak serta kesulitan bernafas dan nafas cepat.
Tanda dan gejala umumnya muncul 2 - 5 hari setelah terinfeksi, namum bisa juga baru muncul 10 hari kemudian, penularan penyakit difteri terjadi melalui tetes udara yang dikeluarkan oleh penderita ketika batuk atau bersin. 

"Penularan juga dapat terjadi melalui tissue/sapu tangan atau gelas bekas minum penderita atau menyentuh luka penderita,"Jelasnya.

Kemudian,Lanjutnya, Anak-anak kurang dari 5 tahun dan orang dewasa sangat beresiko tertular penyakit difteri, sedangkan orang dewasa bisa menjadi carrier untuk menularkannya kepada anak-anak apabila ada tanda dan gejala seperti diatas. segera bawa anak ke puskesmas dan rumah sakit.

Langkah-langkah yang telah dilakukan dinas kesehatan kota siantar antara lain, menyampaikan surat edaran keseluruh puskesmas dan rumah sakit, koordinasi dengan petugas surveilans, monitoring wilayah kerja, menyediakan vaksin imunisasi untuk bayi dan balita di seluruh puskesmas, menghimbau kepada masyarakat untuk mengkoordinasikan apabila ditemukan kasus difteri.

"Sejauh ini di kota Pematangsiantar belum kita temukan kasus penyakit difteri, kita himbau masyarakat dapat berkordinasi ke pemerintah kota melalui dinas kesehatan bila ditemukan kasus Difteri", Imbuh Ronal. (Rizal Siregar).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *