HEADLINE NEWS

KOMPAS : Copot Dirut PDAM Tirtauli dan Kadis Bina Marga

P.Siantar | Metropublik.com - Masa yang berjumlah Ratusan dan mengatas namakan dari Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Siantar (KOMPAS) Melakukan Aksi Demo. Kompas Medesak Kepala kejaksaan untuk memeriksa dan meminta walikota untuk mecopot Dirut PDAM Tirtauli Badri kalimantan dan KADIS BinaMarga dan Perairan Jhonson Tambunan, dilaksanakan depan Kantor Kejaksaan jalan Sutomo dan Didepan Kantor Walikota Kota Siantar, jalan Merdeka Kelurahan Proklamasi, kecamatan siantar Barat, Rabu (27/12/2017) Sekira pukul 10.00 WIB.

"Kami mendesak Kejari kota siantar untuk memeriksa Dirut PDAM Badri Kalimantan dan Kadis Bina Marga dan perairan Jhonson Tambunan. Serta meminta Walikota untuk mencopot Mereka berdu karena tidak kompeten dan melakukan Korupsi"Kata Arif Harahap, Selaku Kordinator Kompas saat di konfirmasi awak media.

Dalam pernyataan sikap ini Kompas mengatakan Bahwa Jhonson Tambunan selaku Kadis Bina Marga Diduga Melakukan Korupsi kekurangan volume Atas 12 paket pekerjaan dan harga timpang satu paket dilakukan dinas Binamarga dan perairan Anggaran dana APBD tahun 2016 yang merugikan Keuangan Negara sebesar Rp.431.696.742,-.

Selanjutnya Dirut PDAM Tirtauli Badri Kalimantan Diduga Mark UP 15 Unit Mobil Oprasional di PDAM Tirtauli dengan Anggaran sebesar RP.1,3 Miliar, Pelaksanaan Mobil oprasional itu tidak dilakukan tender Alias Penghujukan Langsung (PL) dan Harga sewa yang dilakukan tidak sesuai sengan Harga Perhitungan Satuan (HPS).

Seperti 6 unit Toyota Avanza dengan sewa 1 unit setiap bulannya RP.6.658.375,-. 2 unit kijang inova dengan sewa 1 unit setiap bulannya Rp.8.878.136,-. 1 unit Mitsubishi Pajero Sport dengan sewa perbulan Rp.15.523.750,-. 1 unit kijang Inova tipe V perbulannya Rp.9.462.749,-. dan 5 unit Carry Pic Up dengan sewa perbulannya Rp. 5.390.959,- .

Atas Dilakukan Korupsi oleh Kuasa pengguna Anggaran itu, Meminta Walikota Siantar Efriansyah untuk segera mencopot Badri kalimantan dan Jhonson Tambunan karna dianggap tidak layak, tidak komoeten dan trindikasi melakukan tindak pidana korupsi. Ungkap Arif Kordinator Kompas (Rizal Siregar).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *