Menu Close Menu

Menggelapkan uang sebesar Rp 194.01200. Khairul Di Vonis 4 tahun 6 bulan

Selasa, 19 Desember 2017 | 20:06 WIB
P.Siantar | Metropublik.com - Khairul (27) Di vonis 4 Tahun penjara Oleh Majelis Hakim. Terdakwa dengan Kasus Penggelapan Menghadiri Sidang di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, (19/12/2017) Sekira pukul 14.45 WIB.

"Terbukti bersalah, Khairu di jatuhkan Hukuman Penjara selama 4 tahun 6 bulan dikurangkan masa tahanan yang telah dijalani oleh terdakwa" Kata Fitra Dewi selaku ketua Majelis Hakim dengan didampingi Hakim Anggota Fyhtta Sipayung dan Simon Sitorus.

Selanjutnya Fitra menyatakan, bahwa terdakwa tidak terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana didakwakan dalam dakwaan kedua pasal 372 Yo pasal 64 KUHPidana dan atau ketiga pasal 378 Yo pasal 64 KUHPidana. 

"Melainkan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana "penggelapan barang berhubungan dengan pekerjaan/jabatannya secara berlanjut", sebagaimana telah dimaksud dalam pasal 374 Yo pasal 64 KUHPidana", ungkap Fitra kepada terdakwa. 

Sesuai fakta dalam persidangan, hal yang memberatkan bagi terdakwa, bahwa perbuatan terdakwa merugikan saksi korban Jimmy Ang/toko modern, perbuatan terdakwa merugikan saksi korban jimmy uang sebesar Rp 194.01200., perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. 

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan. 

Diketahui sebelumnya, pada hari jumat tanggal (31/3/ 2017) sekira pukul 12.00 WIB Yang lalu, saksi korban Jimmy pergi kekantor PT FIF Group untuk mencairkan dana atas barang barang yang telah diambil oleh terdakwa.

Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi korban ke kantor FIF Group, ternyata berkas pengajuan kredit yang diajukan oleh terdakwa tidak terdaftar, dan diketahui bahwa pada setiap kali terdakwa mengambil barang kepada saksi korban selalu berkata "ini yang kredit teman teman semua, tenang saja bang, kan aku komite jadi kalau bilang sama pak Azhar pasti langsung Acc".ucap Khairul. (Rizal Siregar).
Loading...

Komentar