HEADLINE NEWS

Menjadi Narasumber Gelatik, Chusnunia Tekankan Kesadaran Masyarakat untuk Hak anak

Jakarta | Metropublik.com - Komisi Perlindungan anak Indonesia (KPAI) adalah lembaga Independen yang di bentuk berdasarkan undang undang No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam rangka meningkatkan efektifitas dalam rangka perlindungan anak Indonesia Indonesia. 

Dari rujukan Itulah Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim menekan kan untuk lebih meningkatkan perlindungan anak Indonesia saat beliau menjadi Nara Sumber pada acara Gerakan Perlindungan Anak Dari Tindak Kekerasan (Gelatik) Fatayat Nahdalatul Ulama (NU) di Hotel Sofyan Jl. Cut Muetia No. 09 Cikini Menteng Jakarta Pusat Jumat Siang (15/12/2017).

“Upaya perlindungan kepada anak anak tidak bisa dimulai kalau tidak dari bawah, artinya melibatkan masyarakat itu sendiri secara masif menjadi hal yang pertama,"Ujar Bupati Lampung Timur.

Selain,Lanjutnya, penyadaran masyarakat pembentukan desa - desa ramah anak ini juga menjadi poin penting dalam upaya secara cepat bagaimana isu tentang perlindungan anak ini mampu disadari oleh semua pihak dan bukan hanya masyarakat saja.

"Isu perlindungan anak dan perempuan saat ini masih belum menjadi topik bahasan yang menarik untuk di angkat di ruang publik, sehingga diperlukan upaya yang ekstra untuk mengangkatnya, sudah seharusnya pemerintah daerah juga melakukan kebijakan kebijakan yang mengarah kepada perlindungan anak. Di sampaikan nya dalam acara yang terselenggara  atas hasil kerja bareng antara Pengurus Fatayat NU dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu,"lanjut pemilik panggilan akrab Mbak Nunik itu.

Dikatakan Chusnunia bahwa dalam menangani perlindungan anak dan perempuan di Kabupaten Lampung Timur tidak dilaksanakan oleh satu dinas tertentu saja, tetapi secara holistic  (menyeluruh).

"Saya selaku bupati memberikan Kebijakan untuk urusan perwujudan hak anak dan perempuan, seluruh dinas harus berperan baik dari Dinas Pekerjaan Umum, baik dari Dinas Pendidikan ataupun Dinas Kesbangpol dan semuanya. Kita membuat tim bersama khusus dalam perwujudan desa desa ramah anak, Jadi prinsipnya ini menjadi tugas bersama seluruh dinas dinas di Kabupaten Lampung Timur"Paparnya.

"Selain itu, bukan hanya kita lindungi, tetapi kita upayakan terwujudnya hak hak mereka. Jadi perlindungan merupakan bagian dari perwujudan hak anak, Sehingga buat kami, penghargaan atau apapun bukanlah yang utama. Yang utama adalah pada pemda itu sudah melekat kewajiban menyelenggarakan perwujudan hak anak dan perlindungan perempuan”, tutup Chusnunia. (Denny)

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *