Menu Close Menu

Tewas Ngidap Penyakit Jantung Pria Ini Tinggalkan Keluarganya di Hari Natal

Selasa, 26 Desember 2017 | 23:55 WIB
P.Siantar | Metropublik.com - Warga Ramai mengelilingi Robert Simangunsong ALS Pak Siska (58) Warga Desa Urung Balata Satu, Kelurahan Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran, Simalungun, tiba-tiba Meninggal Dunia tergeletak jatuh dijalan. Pak Siska yang juga kernek Bus CV.Putra Simas karna penyakit jantung ia terjatuh dan tewas seketika di depan balerong Jalan Patuan Nagari, Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara. Senin (25/12/2017) Sekira pukul 09.00 WIB.

"Kuliat tadi Bapak itu turun dari angkot dan dia berjalan kaki tiba-tiba ia terjatuh" Kata Sinaga Salah satu warga pada saat di lokasi.

Setelah turun dari Angkot Pak Siska Berjalan kaki sekitar lima meter, Namun tepat didepan Balerong Rajawali, Pak Siska tiba-tiba jatuh dan terkapar diaspal. kemudian Warga ramai seketika mengelilingi bapak itu. Selanjutnya, aku bersama Warga yang di lokasi Hendak menolong Bapak itu, Namun Pak Siska kami temukan sudah tewas dengan kondisi telinga sebelah kanan mengeluarkan darah. 

Berselang Beberapa waktu kemudian Personil Piket Pos Pengamanan (Pospam) I Hypertmart Jalan Medan Simpang Jalan Rakutta Sembiring bersama Polsek Siantar Utara tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi mayat Pak Siska keruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih.Ujar Sinaga.

Boru Siahaan istri Robert Simangunsong, pada saat di Kamar Mayat Mengatakan. Tadi Pagi Pak Siska pergi dari rumah, dia bilang mau mengambil obat, untuk sakit jantung nya. Obat itu dititip ke Loket Bus Intra di Jalan SM.Raja, Kecamatan Siantar Utara, Pak Siska Naik angkot tadi dia pergi nya.

"Tidak ada tanda yang mencurigakan akan meninggalnya suami ku ini, Tadi dia permisi sama ku dengan wajah ceriah dia bilang mau mengambil obat ke loket bus Intra"Ucap Br Siahaan.

kemudian Br. siahaan menjelaskan. Suami ku ini memang memiliki riwayat penyakit jantung, bahkan sekitar 2 bulan yang lalu pernah diopname di Rumah Sakit Bengkulu. Ujar Boru Siahaan sambil menangis.

Dari pantauan Wartawan di Kamar mayat Br Siahaan mengatakan menggunakan bahasa Daerah bahasa batak sembari menangis dan memeluk Mayat suaminya yang kaku dimeja Autopsi.

"Hape Di natala on maho laho..Boa nama gellengta na tolui Pak Siska (Harus diperayaan natal ini lah kau pergi. Kayak mana lah anak kita yang tiga itu Pak Siska".

Hingga berita ini diturunkan keredaksi mayat Robert Simangunsong alias Pak Siska masih divisum tim forensik RSUD dr Djasamen Saragih dan kasus itu ditangani pihak Polsek Siantar Utara.(Rizal Siregar).
Loading...

Komentar