Breaking

Minggu, 14 Januari 2018

6 Hari DPO ,Pelaku Pembunuh Rosdalina di Tangkap Polisi

6 Hari DPO ,Pelaku Pembunuh Rosdalina di Tangkap Polisi

Pelaku Tengah di Ambil Keterangan.
Simalungun | Metropublik.com- Selama 6 Hari menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) Akhirnya Jasalmon Simarmata (58) Pelaku Pembunuhan Rosdelina Boru Haloho (51)  di tangkap oleh Personil Sat Reskrim dan Polsek Purba. Jasalmon di bekuk di jalan umum Nagori pematang bandar, kecamatan Purba, simalungun Pada Jumat (11/1/2018) Sekira pukul  08.30 WIB.

"Motif di lakukan pembunuhan karna pelaku merasa cemburu dan jengkel terhadap korban, pelaku di ringkus oleh personil gabungan dipimpin Kasat Reskrim AKP. Damos C Aritonang dan polsek Purba" Kata Kapolsek Purba R. Turnip

Kita melakukan pengejararan terhadap tersangka selama Enam Hari. Hari pertama kita lakukan perburuan, diketahui tersangka kabur ke arah hutan yang berada di belakang rumahnya TKP tersebut. namun Pada saat itu pelaku tidak kita temukan.

Selanjutnya Di hari kedua, diketahui tersangka berada di dalam sebuah gubuk, kita melakukan pengejaran. namun perburuan belum berhasil dikarenakan pelaku berhasil kabur ke lembah hutan di daerah tersebut.

Lalu perburuan di hari ketiga, pencarian yang dilakukan bersama Pangulu dan Aparat Desa Nagori Pamatang Purba, Kita lakukan pencarian ke ladang pelaku. Namun juga tidak membuahkan hasil. Begitu juga di hari keempat perburuan.

Kemudian Pada hari ke lima, diperoleh informasi dari warga sekitar perladangan pelaku, bahwa sekitar pukul 20.00 wib, pelaku muncul di jalan umum. Lalu kita lakukan jalan yang diduga sebagai pelarian pelaku itu kita ditutup. Hingga pada hari ke enam, Jumat (11/1/2018) Sekira pukul  08.30 WIB Tersangka Jasalmon Simarmata berhasil kita ditangkap. Selanjutnya pelaku bersama barang buktinya sebilah parang telah diamankan di Mapolsek Purba untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Ujar R. Turnip.

Tersangka Jasalmon sinaga Pada saat di Mapolsek Purba Mengatakan. Awalnya Minggu (7/1-2018) sekira pukul 10. 00 wib, ia pergi ibadah ke Gereja GKPS Pamatang Purba dan kembali sekitar pukul 12.00 wib.

Setelah mengganti pakaian, Jasalmon pergi ke warung Sabes Lingga dan bertemu Jatton Turnip. Saat di warung, Jatton Turnip memberitahukan bahwa Istri Jasalmon ada di rumah Boru Nainggolan di Pamatang Purba. Jasalmon langsung berangkat bersama Jatton Turnip ke rumah Boru Nainggolan, di sana ia bertemu dengan istrinya Rosdelina Boru Sihaloho bersama Boru Nainggolan dan Anto Lingga serta ada 2 orang laki-laki dan perempuan di dalam kamar.

Saat itu Jatton Turnip mengajak Jasalmon Simarmata beserta empat orang yang ada di dalam rumah tersebut untuk memanggang ikan dan daging. Hingga sekitar pukul 17.00 WIB Jasalmon bersama istrinya Rosdelina Boru Sihaloho pulang ke rumahnya, dengan diantar Edy Sipayung mengendarai sepeda motor.

Sesampai di rumah, Jasalmon bertanya kepada istrinya “Mengapa kau tidak memberitahu ke aku, kalau kau pergi kerumah Boru Nainggolan dan di hubungi dengan HP tidak diangkat”.

Kemudian Rosdalina menjawab  “Begitu aja apa salah”. Tersangak lanjut mengatakan “Kalau kau pergi keluar rumah permisi sama saya”. namun istrinya mengoceh dan menjawab-jawab. Mendengar Istrinya ocehan istrinya itu, tersangka mengatakan “Untuk apa kita berumah tangga kalau tidak saling menghargai”.  “Sudahlah-sudahlah”. jawab Istrinya.

“Kalau aku yang berbuat begitu, bagaimana perasaanmu”, Jasalmon kembali mengatakan. kemudian Rosdelina kembali menjawab “Udalah, ayolah keluar, bosan ngomong sama kau”. Namun Bersamaan dengan jawaban istrinya itu, Jasalmon beranjak ke dapur mengambil sebilah parang dan menghampiri istrinya yang masih duduk di lantai ruang tamu. kemudian meletakkan parang tersebut di sampingnya.

Lalu Saat istrinya hendak beranjak sambil menyandang tasnya, dengan tiba-tiba tersangka langsung membacok kepala istrinya dari belakang dengan disusul membacok wajah, tangan serta perut istrinya secara membabi buta. Kemudian istrinya itu jatuh terlentang dalam keadaan sekarat. Setelah melakukan perbuatanya, Tersangka langsung melarikan diri melalui pintu belakang rumahnya menuju Hutan. "Setelah kuliat istri ku berlumuran darah aku pun langsung lari dari pintu belakang, menuju ke hutan" Ucap Jasalmon.

Rosdalina Tewas Mengenaskan

Diketahui Sebelumnya Peristiwa itu diketahui saat seorang saksi Hotben Purba (35) sedang berada di rumahnya, ia mendengar ada suara jeritan perempuan meminta tolong dari dalam rumah tetangga sebelah rumahnya, Tersangka Jasalmon Simarmata (58) di nagori pematang purba, kecamatan purba, simalungun. Minggu (7/1/2018) Sekira Pukul 19.00 

Saat mendatangi rumah (asal suara), Hotben mendapati pintu depan Jasalmon Simarmata tertutup rapat dengan kondisi terkunci dari dalam. Namun ia terus mendengar suara minta tolong, “ampun Pak,,,,,ampun pak,,,,”.

Bersamaan dengan itu, tiga orang perempuan Nofeli Boru Tamba (35) Petani, Mak Gita (38) dan Rasmi Napitu (50), yang merupakan penduduk Nagori Pamatang Purba melintas dari depan rumah tersebut. Hotben pun memanggil ketiganya untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam rumah itu. Namun ketiganya hanya dapat mendengar suara jeritan minta tolong dari luar saja karena pintu terkunci.

Setelah usaha Hotben Purba gagal saat mencoba mendobrak pintu depan rumah tersebut, mereka memberitahukan kejadian itu kepada warga yang saat itu sedang melayat di sekitar perkampungan. Hingga Tio Boru Manurung (48), yang juga merupakan Penduduk Nagori Pamatang Purba datang ke lokasi dan saat membuka pintu depan rumah tersebut, ternyata sudah tidak terkunci lagi.

di dalam  rumah, ditemukan Rosdelina Boru Haloho (istri dari Jasalmon Simarmata) terlentang bersimbah darah di lantai yang beralaskan tikar dalam kondisi luka bacokan di wajah dan kepala. Sontak para saksi berteriak minta tolong dan warga sekitar yang mendengar langsung berdatangan.

Setelah menerima informasi peristiwa tersebut, petugas Polsek Purba langsung turun ke lokasi dan bersama dengan warga melakukan pertolongan terhadap Korban yang saat itu sudah dalam kondisi sekarat dengan membawanya ke Puskesmas Tigarunggu. Namun hasil pemeriksaan pihak Puskesmas, korban telah meninggal dunia. (Rizal Siregar).

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact