Menu Close Menu

Adat "Begawi" Lampung Abung Siwo Migo Terus Di Lestarikan di Lamtim

Sabtu, 27 Januari 2018 | 00:30 WIB
Lampung Timur | metropublik.com -  Adat Istiadat merupakan tata kelakuan yang kekal dan turun temurun dari generasi ke generasi lain sebagai warisan sehingga kuat integrasi nya dengan pola pola perilaku masyarakat. Adat yang sebenar nya adalah Adat yang tak lekang oleh waktu dan tak lapuk oleh hujan, dari waktu ke waktu, masa ke masa terus tetap di Lestarikan. Seperti hal nya adat istiadat yang ada di Provinsi Lampung Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur. 

Adat BEGAWI Lampung, Tari nya Tari Cangget, yang berpakaian Khas Adat Lampung Abung Siwo Migo yang berpakaian putih dan menggunakan Siger berlambang 9 (Sembilan) lekuk. Adat Abung Siwo Migo yang di sebut BEGAWI Cangget perpadun merupakan pengambilan gelar tertinggi yaitu Suttan di laksanakan Malam ini di Desa Sukaraja Nuban Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur Pukul 20.00 sd Selesai di Balai Adat Desa Sukaraja Nuban. 

Hadir dalam acara BEGAWI Tari Cangget ini, Kepala Desa Sukaraja Nuban Alamsyah, Ketua Adat Kabupaten Lampung Timur Suttan Juragan, dan seluruh pemangku adat yang ada di Kecamatan Batanghari Nuban beserta pemangku adat dari Kecamatan Lain beserta pemangku adat Kabupaten Lampung Tengah. 


Hazrul, salah satu pemuda adat Desa Bumi Jawa Kecamatan Batanghari Nuban Kabupaten Lampung Timur yang turut hadir pada acara adat tersebut menuturkan, ketika di temui oleh metropublik.com, Adat BEGAWI Lampung adalah Adat yang sudah sejak dulu di Lestarikan sampai dengan sekarang ini, tujuan nya agar masyarakat Asli pribumi lampung dapat mengenali dan mendalami arti dari Tari Cangget tersebut. 

"Tujuan nya agar masyarakat Lampung khusus nya dapat mengerti bahwa adat adalah warisan leluhur yang ada di Indonesia, dan terus melestarikan agar kelak anak cucu kita dapat mengetahui bahwa bumi lampung memiliki adat yg kental. Tandas Hazrul
Abung Siwo Migo sendiri terdiri dari beberapa kebuaian (Marga) yaitu, Buai Nunyai, Unyi, Subing, Nuban, Beliuk, Nyerupo, Selagai, Kunang dan Anak Tuho. (Denny)
Loading...

Komentar