Menu Close Menu

DPRD Tanjungbalai :Kalau Polres Tidak Sanggup Mengungkap ,Kita Buat Laporan di Polda

Kamis, 11 Januari 2018 | 23:28 WIB
Tanjung Balai | Metropublik.com - Puluhan massa menggelar aksi demo menuntut Kapolres Tanjung Balai mengusut tuntas kasus kekerasan yang di alami oleh Maksum Nasution, Imam Saragih, dan Riki Ardiansyah, Kamis(11/01/2018),yang dimulai dari bundaran PLN kota Tanjung Balai ,Polres ,dan kantor DPRD.

Pada tanggal 11 Desember 2017 ,salah satu wartawan dari satu media harian terbitan Medan yakni Maksum Nasution mengalami suatu peristiwa percobaan penganiayaan yang di lakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) yang di diduga pesanan orang berpengaruh di Kota Tanjung Balai.

Ketua PWI Kota Tanjung Balai Yan Aswika dalam orasinya mengharapkan kepada Kapolres untuk memberikan jawaban yang wajar tentang hal ini dan masuk akal agar tidak menjadi tanda tanya

"kami berharap kepada bapak kapolres berilah jawaban yang bijaksana agar kami tidak bertanya2 atas apa yang dialami,dan ini perlu sekali demi terciptanya kondisifitas yang aman di Tanjung Balai" ungkap Yan Apika dalam sambutannya.

Sementara itu Kapolres Tanjung Balai AKBP Tri Setyadi menyampaikan bahwa pihaknya mengkritik segala bentuk tindak kekerasan yang terjadi pada insan pers ,maupun aktivis mahasiswa serta akan menindak lanjuti masalah tersebut.

"saya selaku kapolres tanjung balai serta jajaran juga berkomitmen untuk menghilangkan segala bentuk kekerasan dan premanisme khususnya di kota tanjung balai" ujar Kapolres dengan tegas.

Terkait hal ini sesampainya di halaman kantor DPRD Kota Tanjung Balai ketua fraksi PDIP,Herna veva  menyampaikan mengecam keras aksi kekerasa tersebut. " Kalau polres tidak sanggup mengungkap ,kita akan buat laporan ke polda Sumut,"Tegas Herna veva.

Adapun tuntutan dalam aksi tersebut diantara nya mendesak Kapolres Tanjung Balai bapak AKBP Tri Setyadi Artono segera menangkap OTK dan mengungkap Aktor Intelektual di balik kejadian persekusi terhadap saudara Maksum Nasution.

Massa juga meminta Kapolres Tanjung Balai untuk mengungkap motif penganiayaan yang di lakukan tersangka Ipan terhadap Imam Saragih.

Meminta Kapolres Tanjung Balai menuntaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap Riki Ardiansyah oleh sekelompok pelajar yang beberapa orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mendesak Walikota Tanjung Balai H.M Syahrial SH MH memberikan dukungan kepada pihak kepolisian dalam menangkap OTK dan mengungkap Aktor Intelektual dalam peristiwa percobaan penganiayaan kepada Maksum Nasution demi terciptanya Kota Tanjung Balai bersih dari segi penegakan supremasi hukum dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Meminta pimpinan DPRD Kota Tanjung Balai agar mendesak pihak kepolisian resort Kota Tanjung Balai bekerja profesional dalam mengungkap dan menuntaskan berbagai kasus kekerasan atau kriminalisasi terhadap Wartawan dan Aktifis Mahasiswa.

Menolak segala macam bentuk Intervensi, Intimidasi, dan Aksi Kekerasan terhadap Wartawan, LSM, Aktifis Mahasiswa maupun Elemen Masyarakat lainnya di Kota Tanjung Balai yang mengusung visi bersih.(Marwan)
Loading...

Komentar