Menu Close Menu

Polres Simalungun Ungkap Kasus Curas,Salah satu Pelaku Tewas di Tembak

Jumat, 19 Januari 2018 | 12:52 WIB
Simalungun | Metropublik.com - Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan didampingi Kanit Jahtanras Sat Reskrim Polres Simalungun Iptu Zikri Muamar pada saat di depan ruang Instalasi Jenazah dan Kedokteran Forensik Rumah Sakit Umum Djasamen Saragih Kota Siantar menerangkan Terkait Peristiwa pengungkapan kasus Pencurian dengan kekerasan (Curas) terhadap korban Andri Herdyansyah Alias Supri (35) warga Huta Bosar Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun. Dua Orang Tersangka Darwin Samosir alias Darwin (26) Warga Kelurahan Huta Bayu Kecamatan Huta Bayu Raja, Simalungun bersam Muklis bin Sahbudin Alias Sulis Alias Putra (34) Warga Gang Setia Desa Suka Maju Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara melakukan Aksi Curas Pada Sabtu (6/1/2018) Sekitar pukul 19.00 WIB yang lalu dan telah di ringkus oleh Sat Reskrim Polres Simalungun.

"Tersangka Sulis Tewas Di tembak Di bagian dada sebanyak 2 kali, karna memiliki Senpi dan melakukan perlawanan dengan menodongkan Senpi ke arah personil saat hendak Ditangkap"Kata Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan. ke Awak Media Metropublik.com. Kamis (18/1/2018) Sekira pukul 08.30 WIB.

Personil unit Jatanras yang di pimpin oleh Kanit Iptu Zikri Muamar Telah melakukan Penyelidikan Terkait kasus Curah tersebut hingga sampai pada hari Selasa (16/1/2012) sekira pukul 11.00 WIB Personil Jatanras Mendapar informasi Bahwa ada laki-laki sedang berada di Padang Sidempuan (PSP) yang sering di sapa dengan sebutan Sulis Dengan memiliki ciri-ciri ukuran, tinggi sekitar 160 cm, rambut ikal pendek , logat melayu, umur sekitar 35 tahun. "Dari Info tersebut lah Awalnya terungkap pelaku yang sebelum nya tidak di ketahui identitas pelaku, dan dengan ciri-ciri nya sesuai dengan spesifikasi keterangan pelaku Darwin" Ucap Kapolres.

Mendapat informasi tersebut personil langsung menuju ke PSP.  Selanjutnya Rabu (17/1/2018) Unit Lidik Jahtanras tiba di Kota Padang Sidempuan langsung   melakukan koordinasi dan kolaborasi bersama Unit Lidik Polres Tapanuli Selatan, untuk mencari pelaku.

Kemudian Sekitar pukul 16.00 WIB Personil menuju kos-kosan di Jalan Mayor Alboin Hutabarat Kelurahan Wek VI Kecamatan PSP Selatan Kota Padang Sidempuan dan di situ Pelaku ​​Sulis berhasil diamankan. Personil Menanyakan Keberadaan Barang bukti kereta beserta Senpi yang di gunakan para pelaku itu. kepada Sulis. " Ku simpan Di dalam Hutan daerah Batang Onang Pasar Matanggor Kabupaten Padang Lawas Utara"Ucap Sulis.

Selanjut nya Sulis di boyong oleh personil untuk menunjukan lokasi tersebut. Lalu sesampai di lokasi Hutan Kereta Milik Korban Supri Langsung ditemukan.Namun Senpi yang digunakan oleh pelaku itu belum di temukan yang menurut pelaku disimpannya di dalam areal hutan itu, Kemudian Pencarian Keberadaan Senpi itu pun di lakukan.

Setelah Berselang beberapa waktu kemudian tempat penyimpanan senti pun ditemukan. Namun saat Senpi di temukan pelaku langsung mengambilnya dan melakukan perlawanan dengan mengarahkan senpi yang berada di genggaman tangannya itu ke arah personil. Selanjutnya Personil Yang di todongkan Senjata oleh pelaku itu, Dengan sigap langsung memberikan tembakan ke arah dada Sulis sebanyak 2 kali dan  pelaku tewas tersungkur ke tanah.

Selanjutnya, dari lokasi Personil Mengamankan Pelaku Sulis yang sudah tewas dan 1 pucuk senjata api rakitan jenis revolver dan 1 butir amunisi kaliber 9.9 mm serta 1 unit kereta milik korban merk Yamaha NMAX tanpa plat warna hitam dengan nomor: MH3SG3120HK-474285 dan nomor mesin: G3E4E -0654607.

"Dari hasil penyidikan Terhadap Darwin mengatakan kalau Mukhlis Sahbuddin Alias ​​Sulis Alias ​​Putra adalah seorang Residivis dan DPO Polres Batu Bara" Ujar Kapolres.

Akibat dari peristiwa yang di alami oleh korban Supri. ia mengalami kerugian materil sebesar Rp. 12.700.000.- dan Terhadap para pelaku yang telah melakukan Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan, diancam dengan Pasal 365 ayat (1), (2) ke 1e, 2e-4e dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. imbuhnya. (Rizal Siregar)
Loading...

Komentar