Menu Close Menu

1,5 Ton Mie Formalin diamankan oleh BPOM Kota Medan Bersama Kepolisian Polda Sumut

Sabtu, 03 Februari 2018 | 23:00 WIB
P.siantar | Metropublik.com - Balai Besar Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM) Kota medan Bersama Kepolisian Polda Sumut, Menggerebek Sebuah pabrik mie kuning mengandung formalin dan boraks di Wilayah Kota siantar dan kabupaten Simalungun.

Dari hasil penggerebekan itu, petugas menyita 1,5 Ton mie berformalin, 10 unit Mesin produksi mie Kuning, formalin 10 liter, serta Boraks dari Empat lokasi di kota siantar dan Simalungun. Mie Kuning berformalin ini siap dijual ke sejumlah pasar tradisional di Siantar-Simalungun.

"Pemilik Pabrik Berinisial AM warga Karang Sari Kabupaten Simalungun, FZ Warga Pasar Seribelawan kabupaten Simalungun, Dan YG Warga Jalan Patimura gang Cermai, Kelurahan Tomuan, Kecamayan Siantar Timur Kota Siantar, SWD Warga Jalan Jambu Gang Rambe, Kota Siantar, Telah diamankan dan dimintai keterangannya. Pengakuan mereka peroduksi mie formalin baru 1 bulan dan pelanggannya kebanyakan para pedagang makanan berbahan mie" Ungkap Kepala BPOM Kota Medan Drs.Yulius Sacra Mento Tarigan Didampingi Kabid Pemeriksaan dan Penyidik Drs.Ramses, Serta Kompol R Siagian Subdit I Indak Poldasu Dalam Menggelar Konfrensi Pers di Wisma Gandaula Jalan Malanton Siregar, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marihat, Sabtu (3/2/2018) Sekitar Pukul 16.00 WIB.

Pengerebekan dilakukan setelah adanya laporan yang curiga dengan aktivitas yang dilakukan dirumah tersebut.

"Pembuat mie dengan menggunakan formalin, jelas berbahaya bagi kesehatan, dan diakui mie berformalin lebih tahan lama" Jelas Yulius.

Sementara Boraks digunakan untuk menambah kekenyalan mie. Yulius menegaskan mie mengandung formalin dan boraks ini ditemukan pada saat proses pembuatan.

"Karena memang itu terbukti hasil tes kami, jelas mie mengandung boraks dan formalin, apalagi pemilik mengakui menggunakan kedua bahan ini," ujarnya.

Barang bukti yang disita telah diamankan di kantor BBPOM Kota Medan dan untuk pengujian dilakukan di laboratorium BBPOM. Atas perbuatannya, pemilik dapat diancam pasal 136 huruf a dan b UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda 4 miliar.juga pasal 62 ayat 1 UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda 2 miliar. (Rizal Siregar).

Loading...

Komentar