Menu Close Menu

3 Napi Binaan Lapas Kelas II A Kota Siantar Diringkus Sat Narkoba didapat 22 paket Sabu

Senin, 19 Februari 2018 | 23:07 WIB
P.Siantar | Metropublik.com - Naldo Sinaga (28) bersama rekannya sesama napi Rudi Syaputra (28) dan Rahmad Efendi (21) diringkus Polisi Sat Narkoba Polres Simalungun di Lapas Kelas II A, pada Kamis (15/2/2018). Tiga Napi tersebut dicurigai melakukan bisnis haram ini dengan mengendalikan peredarannya dari balik jeruji.

Kasat Narkoba Polres Simalungun AKP MS. Ritonga membenarkan perihal itu, Tiga orang Napi itu kita amankan atas info dari dari Ka Lapas klas IIA Siantar Menanti Sukardi Sianturi bahwa ada penemuan berupa 22 paket Sabu di kamar II Enggang blok enggang tepatnya di kamar mandi. Kamis (15/2/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.

"KA lapas kelas II A Siantar, Menanti Sukardi sianturi menghubungi kita, Pada saat KA lapas melakukan Razia mendadak dan menemuan 22 paket Sabu dari kamar II Enggang blok enggang tepatnya di kamar mandi," Kata AKP MS.Ritonga ke Metropublik.com Senin (19/2/2018).

Kamar II enggang blok II enggang itu Dihuni oleh 32 orang laki-laki dewasa dengan 11 orang Napi dan 21 orang tahanan Namun saat ditemukan Barang bukti 22 paket sabu, enam plastik klip kecil kosong bekas sisa sabu, kaca pirex, empat pipet bengkok panjang, Tiga bong untuk alat hisap sabu, botol plastik berisi mancis dan 5 unit handphone, tidak ada yang mengakui milik siapa barang-barang tersebut.

"Kita tanya milik siapa bara-barang tersebut kepada 32 orang penghuni kamar tersebut, mereka tidak ada satu orang pun yang mengakuin barang-barang tersebut" ucap MS.

Setelah dilakukan koordinasi, barang bukti yang ditemukan bersama 32 orang warga binaan diboyong ke Sat Narkoba Polres Simalungun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui siapa pemilik barang temuan tersebut.

Dari hasil interogasi ke 32 Napi dan 31 Napi mengakui dengan jujur bahwa barang bukti Sabu tersebut adalah milik Naldo Sinaga, Hal tersebut diakui Naldo, atas pengakuan dari 31 Napi itu.

"Naldo Sinaga, ia juga Kepala Kamar yang berstatus sebagai tahanan jaksa itu Mengaku kalau barang-barang tersebut milik nya, atas pengakuan dari 31 orang Napi lainnya," Sambung MS.

MS juga menambahkan, Dalam melancarkan bisnis haramnya dengan mengedarkan sabu di areal lapas klas II A itu, Nando tidak bekerja sendiri ia dibantu oleh 2 orang temannya yakni Rudy Syahputra dan Rahmat Efendi yang berstatus warga binaan di kamar II enggang Blok enggang lapas klas II A dengan peran yang berbeda. lalu Rudy dan Efendi menerangkan bahwa Naldo Sinaga sebagai pemodal.

Naldo menerangkan, Sabu tersebut diperolehnya dari kota Medan, namun ia tidak mengetahui namanya. Sabu tersebut diantarkan kepadanya oleh seorang berinisial HS dengan modus bertamu.

"Kita akan lakukan penyelidikan guna mengungkap jaringan Narkoba yang kerap terjadi di Lapas klas IIA Pematangsiantar dan apabila hasil penyidikan telah rampung terhadap ketiga tersangka dan saksi lainnya akan diserahkan kembali ke lapas klas IIA pematangsiantar," Ujarnya.

Sebelumnya Kasat narkoba polres simalungun telah berkoordinasi kepada KA Lapas klas II A, menyarankan untuk melakukan razia mendadak. Kamis (16/2/2018) malam. 3 orang di antaranya mengakui barang 22 paket sabu milik mereka.

"Pengakuan sementara dari Naldo, Rudy ini penyedia, pemasok Sabu yang dipesan Naldo, sedangkan Rahmat pengutip dan penyimpan uang hasil penjualan sabu, Naldo Sinaga sebagai pemodal," Pungkas Kasat Narkoba Simalungun AKP MS.Ritonga. (Rizal Siregar).
Loading...

Komentar