Joni ditemukan Tewas Tergantung di pohon Jengkol

- Februari 13, 2018
Simalungun | Metropublik.com - Seorang pria di kecamatan Gunung Malela, Simalungun nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Diduga, korban tidak kuat menahan beban pikiran selama ini sehingga memilih jalan pintas dengan bunuh diri.

Joni Hartono (30) sopir warga Huta III, Nagori Bangun, kecamatan Gunung Malela, Simalungun ditemukan tewas menggantung di sebuah pohon jengkol di samping rumah korban pada Minggu (11/2/2018) Sekira pukul 23.00 WIB. Korban pertama kali ditemukan oleh tetangganya, Joko Prayogi (19) yang saat itu hendak menemui korban kerumahnya.

"Korban pertama ditemukan oleh tetangganya Joko Prayogi yang waktu itu hendak menemui korban, namun tidak ditemukan dirumahnya dan korban ditemukan tergantung di pohon jengkol sebelah rumah korban. Korban diduga meninggal karena gantung diri dengan menggunakan Tali Nilon warna biru sepanjang 2 meter" ungkap kapolsek Bangun Akp Putra Jani Purba, ketika dihubungi metropublik, Senin (12/2/2018).

Karena beban berat pikiran masalah dalam Rumah tangga, Putra melanjutkan. Akibat korban menjatuhkan talak sebanyak 3 kali kepada istrinya Sri Lestari (27) warga Huta III Nagori Bangun, kecamatan Gunung Malela, Simalungun. Lalu korban merasa menyesal dan meminta rujuk kembali, sang istri tidak mau lagi Sehingga korban prustasi dan akhirnya korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada pohon jengkol di samping rumah korban. Saat ditemukan menggantung, korban masih mengenakan Kemeja lengan pendek warna putih serta Celana panjang jeans warna biru dengan Tali pingang warna coklat.

"Setelah dapat laporan warga kami langsung cek TKP. Korban saat itu masih memakai Kemeja lengan pendek warna putih serta Celana panjang jeans warna biru dengan Tali pingang warna coklat. Kemudian kami evakuasi," lanjutnya.

Namun pada saat di ajukan korban di lakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban apakah murni karena bunuh diri atau karna penganiayaan pada tubuh korban, Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan autopsi. " Keluarga korban menolak jasat korban di autopsi, Pihak keluarga membuat surat pernyataan dengan disakaikan Kepala Desa Bangun M. Azhar menolak korban untuk di autopsi" ujarnya.

Kemudian jasad korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. "Pihak keluarga juga sudah mengiklaskan, kemudian korban kami kembalikan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," tukasnya.

Sri Lestari (27) istri korban Menerangkan bahwa rumah tangganya sedang tidak akur dan korban telah menjatuhkan talak ke tiga sehingga sri dan korban tidak tinggal serumah lagi, " Aku sudah di ceraikannya sudah talak tiga, kemudian dia ngajak rujuk, aku tidak mau" Ujar Sri.

Sebelumnya, Korban sempat mengirimkan SMS kepada  Sri Lestari Istrinya, korban mengatakan.
"makasih ya buat tumpangannya jujur aku gini karna cemburu, kamu kan tau kalau aku sayang dan cinta kali samamu.... yang dah tak termaafkan mu nya aku tari... Oke liat aku besok jadi mayat dirumahmu. tiga kali ini gak kau jawab, kukaitkan tali ini keleherku aku udah diatas pohon jengkol. selamat tinggal aja ya tari aku pergi tuk selamanya dari dunia ini" ungkap korban Sebelum mengahiri hidupnya. (Rizal Siregar).
Komentar Anda
 

Start typing and press Enter to search