Diduga Terindikasi Korupsi,ALMASIM Desak Kejari Siantar Proses Kadis PU dan Kepala BKD

P.Siantar | Metropublik.com - Puluhan Massa mengatas namakan dari Aliansi Masyarakat Siantar Menggugat (ALMASIM) di Siantar mendesak kepala kejaksaan Negeri kota siantar segera memproses dugaan tindak pidana korupsi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan penata ruangan dengan proyek Rehabilitas dan peningkatan Jalan manunggal karya Sebesar Rp. 1.500.000.000,-  dan dugaan korupsi juga dilakukan oleh PD Pasar proyek Renovasi Pasar ikan di pasar Dwikora Sebesar Rp. 420.453.494,-. Aksi ini dilakukan Masa di Jalan Sutomo di depan kantor Kejaksaan Siantar, Jalan Merdeka di depan Kantor wali kota Pematangsiantar.

Mereka tampak membawa poster berupa tuntutan.Kordinator aksi, Iksan Siregar mengatakan ada Dua dugaan Korupsi yang dilakukan oleh kepala Dinas PU dan tata ruangan Jhonson Tambunan dan Kepala BKD kota siantar Zainal Siahaan

"Kami tidak menuntut apa-apa, hanya agar permintaan kami harusnya dipenuhi. Masyarakat mendesak agar Segera memperoses Kadis PU Jhonson Tambunan dan kepala BKD Zainal Siahaan dengan dugaan korupsi," tutur Iksan saat ditemui di lokasi, Kamis (15/3/2018).

Pasalnya, Iksan menilai Proyek Rehabilitas jalan anggaran tahun 2016-2017 Sebesar Rp.10.951.248.000, Dugaan korupsi yang dilakukan Jhonson Tambunan sebesar Rp.1.500.000.000,- dan Renovasi pasar ikan Dwikora anggaran tahun 2015 sebesar Rp. 1.798.600.000,- dugaan Korupsi dilakukan Zainal Siahaan sebesar Rp.420.453.494,- Sehingga Membuat Negara merugi sebesar Rp.1.920.453.494,- 

"Kami menilai dugaan Korupsi yang dilakukan Kedua pejabat Daerah itu, membuat Negara merugi sebesar Rp.1.920.453.494,-," jelas Iksan.

Aksi Tersebut sempat ricuh dengan Membakar Ban di depan Kejari Kota siantar, dikarnakan Kepala kejari siantar Ferziansyah tidak Hadir, yang menghadiri hanya Kasintel kejari kota siantar.

Melihat Aksi bakar ban itu, Polisi yang mengamankan Aksi tersebut langsung memadamkannya. Namun Massa yang tidak Terima langsung Ricuh, Polisi kemudian Seorang Dari Almasim Ditangkap Polisi dan diamankan ke polres siantar karna propokator kericuhan tersebut.

Massa Almasim pun Semangkin Ricuh melihat seorang temannya di tahan, Massa kemudian mendatangi Polres Siantar, meminta teman mereka di lepaskan. Polisi, Meminta agar Massa jangan membuat ricuh, dan akan melepaskan teman mereka.


Massa Almasim Di wakili kordinator aksi Iksan siregar, Berjanji aksi mereka tidak akan ricuh lagi. kemudian Salah satu Massa yang diamankan berinisial AR (25) itu pun dilepaskan.

Kemudian Massa Almasim Lanjut ke Kantor Wali kota. Namun Walikota tidak berada di tempat. kemudian yang menerima aksi tersebut Humas Protokoler Pemerintah Kota Siantar Gilbert L Ambarita.

Sekira pukul 12.35 WIB, Massa Almasim merasa Tuntutannya diterima, kemudian Mereka Membubarkan diri dengan tertib. (Rizal Siregar).
Banner