Menu Close Menu

Firman Zebua Pelaku Penganiayaan Bocah 14 Tahun dibekuk Petugas Polres Nias Selatan

Kamis, 29 Maret 2018 | 19:11 WIB
Nias Selatan | Metropublik.com - Petugas Kepolisian Sektor Lolo wa'u Polres Nias Selatan, meringkus Firman Zebua (32), pelaku penganiayaan terhadap Arisman Waruwu, anak berusia 14 tahun, yang terjadi di Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa'ahe, Kabupaten Nias Selatan, Minggu Malam Kemarin. Pelaku yang akrab denga panggilan Ama Orlen ini, dibekuk Petugas Kepolisian di sekitar rumah nya, Senin Siang.

Saat di amankan, Petugas menyita barang bukti sebatang kayu bakar yang digunakan untuk memukul serta seutas tali nilon yang digunakan untuk mengikat tangan korban.

Kapolres Nias Selatan, AKBP Faisal F. Napitupulu, S.I.K., M.H. saat melakukan press rilis di Mapolres Nias Selatan Kamis (29/03) Siang menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat itu tersangka baru pulang dari rumah mertua nya di Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa'ahe, Kabupaten Nias Selatan, Sabtu (24/03) Malam. Tersangka kemudian bertanya kepada korban dan adik nya "apakah kalian sudah makan" ? Korban bersama adik nya kemudian menjawab "tidak paman". Lalu tersangka marah dan mengambil sebatang kayu dari perapian dan langsung memukul betis kiri korban sebanyak 5 kali.

Karena tidak tahan dipukul, Arisman mengaku bahwa nasi nya sudah dimakan. Mendengar perkataan keponakan nya tersebut, tersangka semakin marah dan menyulutkan bara api rokok kebagjan puting payudara korban sebelah kanan sebanyak 8 kaki dan sebelah kiri 9 kali. Pelaku kemudian menyulut bara api rokok ke bagian pusar sebanyak 2 kali dan bagian punggung 4 kali. Korban juga di pukul dengan sebatang kayu dibagian dagu dan dibagian hidung.

Tersangka kemudian meninggalkan korban setelah sebelumnya membawa korban ke halaman belakang rumah serta mengikat nya di pohon pisang. Arisman kemudian berusaha melepaskan ikatan tali tersebut dan berhasil melarikan diri ke sawah yang berada tidak jauh dari rumah paman nya. Korban kemudianmendatangi rumah salah seorang warga dan menceritakan peristiwa yang di alami nya. Warga kemudian mengajak korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lolowau.

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka di Desa Berua Siwalawa, Kecamatan Hilisalawa'ahe, Kabupaten Nias Selatan, Senin Siang.

Mantan Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumatera Utara ini menegaskan, tersangka akan di jerat dengan Pasal 80 ayat (1) dan (2) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara selama 8 Tahun. "Tersangka kini di tahan di Mapolres Nias Selatan guna proses pemeriksaan lebih lanjut dan berkas akan secepatnya di limpahkan kepada Kejaksaan", tutup nya.(Red)
Loading...

Komentar