Menu Close Menu

Makanan ringan merek Sniceres diduga mengandung bahan plastik masih terpajang di sejumlah Minimarket kota Siantar.

Senin, 12 Maret 2018 | 22:54 WIB


P.Siantar/Metropublik.com- Produk makanan kemasan populer merek Snicers ini ternyata diduga mengandung bahan plastikmakanan yang telah ditarik dari predaran, dengan tanggal produksi (5/12/2015) masih Banyak orang diluar sana, termasuk masyarakat Kota siantar yang belum mengetahui, bahkan makanan tersebut tetap dijual di swalayan dan mini-mini market. 

Tak dapat dipungkiri bahwa produk jenis makanan ringan yang mengandung bahan plastik, merupakan bahan berbahaya alias tidak berdampak baik bagi tubuh.

Hasil pantauan Awak Media Metropublik.com (12/3/2018), di Indomaret Jalan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat Beberapa makanan merek Snicers diduga mengandung bahan plastik ditemukan.

Salah Satu pegawai indomaret berinisial WS mengatakan, kalau ia belum tau dengan adanya informasi itu sehingga makanan merek Snicers tersebut masih terpajang di minimarket tersebut. 

"Kami belum tau bang adanya informasi kalau Snicers itu ditarik dari peredaran, karena biasanya kalau mau di tarik pasti pusat yang berada di medan mengirimkan pesan lewat Email kalau barang itu bakalan di tarik dari peredaran", Kata WS ke awak media, Senin (12/3/2018) sekira pukul 14.00 WIB.

WS juga mengatakan,  ia pernah melihat di Media sosial, kalau makanan Sniceres dibakar seperti plastik.

"saya pernah melihat di sosial media kalau Snicers itu di bakar terus menyala apinya, Seperti pelastik dibakar," Ungkap WS.

Tidak di lokasi itu saja, di Indomaret yang terletak di Jalan Kartini, Kecamatan Siantar Barat Salah satu pegawainya berinisial AD mengaku, kalau pernah memakan Snicers dikarenakan tidak mengetahui dengan informasi yang telah beredar. 

"Saya pernah memakannya, karena saya tidak tau kalau makanan itu (Snicers) mengandung bahan plastik. Karena kami juga belum dapat informasinya kalau Snicers di tarik dari peredaran, karena kalau ada informasinya itu kami dikirim pesan lewat Email dari DS Medan, seperti Albotil kemaren itu kemudian Samyang (Mie Korea) yang katanya tidak ada lebel halalnya," ujar AD. 

Tidak hanya di indomaret yang masih memajangkan Makanan Snicers dikarnakan tidak mengetahui informasi, di Alfamidi juga masih terpajang makanan tersebut.salah satu pegawainya bernama Reny mengatakan hal yang sama. Kalau dirinya tidak mengetahui adanya informasi itu. 

"Belum ada informasinya masuk sama kami bang, biasanya mereka (Pusat medan) mengimkan pesan lewat Email untuk melakukan penarikan suatu merk bahan makan. Seperti yang baru baru ini Albotil, kemudian Rokok," Ucap Reny. (Rizal Siregar).
Loading...

Komentar