HEADLINE NEWS

Tersandung dalam kasus Togel, Sem dituntut 10 bulan penjara

P.Siantar | Metropublik.com - Persidangan terdakwa Abu Saman Harahap alias Sem (47) yang tersandung dalam kasus judi togel berlangsung. Terdakwa menyesali perbuatannya setelah Jaksa menuntut 10 bulan penjara oleh PN Siantar.

Persidangan berlangsung di PN Siantar, Senin (26/2/2018). dengan Majelis hakim yang dipimpin oleh Rosihan Juhriah Rangkuti dengan dua anggotanya M. Iqbal dan Risbarita.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Robert Damanik, dalam tuntutannya menyatakan terdakwa bersalah sesuai dengan dalam Pasal 303 ayat 1 ke 1a KUHP tentang perjudian.

"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dipotong masa tahanan," kata JPU Robert Damanik.

Dalam persidangan itu, JPU juga banyak membeber tentang hal yang meringankan seperti terdakwa dinilai sopan dalam persidangan, Kemudian terdakwa belum pernah dihukum.

Usai Jaksa membacakan surat tuntutan, terdakwa menyatakan permohonannya secara lisan kepada Majelis Hakim agar hukumannya diringankan.

"Saya menyesali perbuatan saya buk hakim. Saya melakukan ini karena saya memiliki 4 orang anak yang harus saya nafkahin. Saya tidak memiliki kerja tetap buk hakim. Saya mohon buk hakim supaya meringankan hukuman saya" ungkap terdakwa sembari meneteskan air mata.

Mendengar pembelaan secara lisan dari terdakwa, Majelis Hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda putusan. Dan Hakim pun mengetuk palu tanda sidang ditutup.

Diketahui Sebelumnya, Abu Saman Harahap alias Sem diringkus petugas sat reskrim Polres Siantar saat melakukan transaksi perjudian jenis Hongkong di Jalan Medan Gang Bajigur Kelurahan Nagapitu Kecamatan Siantar Martoba.  pada hari Kamis (14/12/2017) sekitar pukul 19.00 Wib.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan satu unit HP Merek Nokia warna Biru yang pada bagian pesan pendek tertera angka-angka/tebakan judi, satu lembar kertas bertuliskan angka/tebakan judi jenis Hongkong, dan uang tunai sebesar Rp. 45.000.

Dalam permainan judi Jenis Hongkong yang dilakukan terdakwa, telah berlangsung selama satu bulan tanpa adanya ijin dari instansi yang berwenang. Dimana terdakwa mendapatkan upah sebesar lima belas persen dari total penjualan yang dilakukan oleh terdakwa yang dipergunakan terdakwa sebagai pencarian. (Rizal Siregar).

Previous
« Prev Post

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *