Menu Close Menu

Dua Pengedar Sabu Diringkus dari Lokasi Berbeda

Rabu, 25 April 2018 | 20:15 WIB

Simalungun/Metropublik.com- Dua pengedar berinisial, MY.Nasution (28) dan S alias Lelek (50), diringkus Personel Satreskrim Polsek Bangun. Polisi menyita barang bukti 2 paket  Narkoba jenis sabu dari kedua tersangka.

Kapolsek Bangun AKP Putra Jani, Memimpin penangkapan terhadap tersangka MY.Nasution (28), warga Jalan Asahan, Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun. MY bertekuk lutut di hadapan polisi saat edarkan sabu di wilayah Jalan Kenanga Huta IV, Nagori Pamatang Sahkuda, Kecamatan Gunung Maligas, Simalungun pada Senin (23/4/2018) lalu, pukul 21.30 WIB. Pergerakan Tersangka terus diintai Polisi.

""Informasi awal kami dari penyelidikan sebelumnya ditambah informasi dari masyarakat bahwa dilokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi jual beli Narkoba, kemudian kita lakukan pengintaian dan akhirnya tersangka bisa kita tangkap berikut barang buktinya," Kata AKP Putra Jani kepada Metropublik.com, Rabu (25/4).

Polisi menemukan 1 paket kecil Sabu dibungkus kertas timah dibawah tiang pagar rumah milik Pujianto. Sabu tersebut dibuang oleh pelaku saat ditangkap polisi saat sedang menunggu pembeli. Setelah diinterogasi tersangka mengaku bahwa barang tersebut miliknya.

"Tersangka Mengaku mendapatkan Sabu itu dari S alias Lelek (50) bermukim di Jalan Bola kaki Ujung No 81, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar," Ucap Putra.

Putra yang memimpin bersama anggota langsung melakukan Pengembangan ke Lokasi yang di infokan dari tersangka MY. Sekira pukul 00.45 WIB, S alias Lelek berhasil diringkus. Dengan disaksikan Lurah Banjar, Rumah tersangka dilakukan penggeledahan, diruang tamu petugas menemukan 1 Paket kecil Sabu, 1 Pelastik Klip kosong ukuran sedang, 2 handpone merek Nokia type 105 dan 107 warna hitam dan Uang kontan sejumlah 350 Ribu, diduga kuat hasil penjualan sabu.

"Tersangka Lelek, mengaku sabu itu miliknya, dia mengaku, mendapatkan sabu tersebut dari temannya yang berdomisili di kota Medan," Ungkap Putra.

Selanjutnya kedua tersangka bersama barang buktinya diboyong ke Polsek Bangun guna proses hukum yang berlaku "Kita akan segera melakukan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar," Ungkapnya.

Kini kedua tersangka mendekam di sel tahanan Mapolsek Bangun. Mereka dikenakan Pasal 114 (2), 112 (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotik "ancaman Minimal 5 tahun penjara," tandas Putra. (Rizal Siregar).

Komentar