Menu Close Menu

Lima Hari Hilang, Korban Pengidap Penyakit Ayan di Simalungun Ditemukan Tewas Mengambang

Jumat, 20 April 2018 | 00:36 WIB

Simalungun/Metropublik.com- Korban tenggelam akibat penyakit Ayan kambuh saat di Simalungun ditemukan. Korban ditemukan setelah lima hari hilang. Korban ditemukan di Sungai Bah Bulok saribu asih, Huta saribu, Nagori Saribu Asih, kecamatan Hatonduhan, Simalungun.

Korban adalah Eruanju Siringo-Ringo (30) warga huta V Samosir, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun. Anju tenggelam di sungai Bah Bulok, Simalungun pada Sabtu (14/4/2018) lalu.

Kapolsek Tanah Jawa Aiptu M.Simanjuntak menuturkan bahwa memang benar ada seorang pria atas nama Eruanju Siringo-Ringo (30) warga huta V Samosir, Nagori Saribu Asih, Kecamatan Hatonduhan, Simalungun dilaporkan hilang akibat hanyut di sungai Bah Bulok.

"Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, menurut orang tua korban, anju yang sudah lama mengidap penyakit Ayan dan asam lambung kambuh namun terseret arus sungai," ujar M.Simanjuntak kepada metropublik.com, Kamis (19/4/2018).

Menurut M.Simanjuntak, akibat arus sungai yang deras, penyakit korban kambuh sehingga tidak bisa menyelamatkan diri dan terbawa arus sungai Bah Bulok.

"Kita bersama tim BPBD dan Masyarakat melakukan pencarian Korban di sepanjang arus sungai Bah Bulok," terangnya.

Beruntung tim BPBD bersama Anggota polsek tanah jawa dan masyarakat berhasil menyisir sungai dan tepat pukul 14.30 WIB berhasil mengevakuasi mayat yang sudah membengkak tersebut.

"Ciri-ciri korban persis sama seperti saat dilaporkan hilang," jelasnya.

Usai diketemukan bersama-sama dengan BPBD, keluarga korban, team medis dan perangkat desa melakukan pengambilan jenazah korban, Namun karena mayat yang sudah membusuk keluarga korban menolak agar tidak dilakukan Autopsi dengan membuat surat pernyataan.

"Tadi di temukan sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung diambil oleh keluarga korban atas nama Eruanju Siringo-Ringo untuk dimakamkan," pungkasnya. (Rizal Siregar).


Komentar