Menu Close Menu

Polisi Ringkus 2 Pelaku Pembeli HP dengan Uang Palsu, Selain Barang Bukti Upal Polisi Juga Menemukan Bong Alat Hisap Sabu

Sabtu, 21 April 2018 | 23:35 WIB

P.Siantar/Metropublik.com- Polisi menangkap Dua pelaku pengedar Uang Palsu (Upal) di Siantar, Sumatera Utara. Kedua tersangka ditangkap karena membeli satu unit telepon genggam (handphone) dengan menggunakan upal di Jalan Kartini depan KDS, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar.

"Kedua Pelaku yakni bernama Marhasorungan Siagian (36), warga jalan Mataram I, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, kota Siantar. dan Eduard Marudut Tua Silalahi (39), warga Jalan Asahan Komp Veteran Lorong 6 No 63, Kelurahan Siantar State,  Kecamatan Siantar," kata Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Hasoloan sinambela kepada metropublik.com, Sabtu (21/4/2018).

Hasoloan menjelaskan awalnya kedua pelaku membeli telepon genggam pada Senin (16/6) lalu. Saat itu, korbannya Seorang Guru bernama Desi Butar Butar menjual handpon merek ViVo Y 69  kepada orang yang tidak kenal dari media sosial. 

Kedua Pelaku lantas menghubungi korban dan bertemu di Depan Suzuya jalan Sutomo, kelurahan Proklamasi, kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar. Dalam pertemuan disepakati harga Rp 2 juta. 

"Akan tetapi, pelaku membayar dengan uang palsu dengan pecahan Rp 100 ribu sebanyak 20 lembar," ujarnya.

Korban yang menerima uang tersebut kemudian melakukan penyetoran tunai melalui Atm Bank BRI dan BCA. Saat di situ diketahui uang tersebut ternyata palsu.

Kejadian itu kemudian langsung dilaporkannya ke pihak kepolisian. Polisi yang mendapatkan laporan kemudian melakukan penyelidikan. Pada Jumat (20/4) Sore, Kedua pelaku akhirnya diringkus polisi.

"Anggota Bripka Dedi Damanik, melakukan penyamaran dengan menjual handpon melalui media sosial black market. Pelaku Marhasorungan, kemudian memesan handpone dari Media sosial tersebut. Lalu Iptu Yuken Saragih bersama anggota, membuat perjanjian dan bertemu dengan pelaku di depan KDS, Siantar. Setelah itu pelaku kita tangkap," ujar Hasoloan.

Polisi yang menangkap pelaku Marhasorungan menyita barang bukti berupa 10 lembar upal pecahan Rp.100 ribu, 5 lembar upal pecahan Rp. 50 ribu, 13 lembar upal pecahan  Rp.5 ribu, Pelaku mengaku, mencetak upal bersama temannya. Kemudian Dilakukan pengembangan.

"Kita lakukan pengembangan, di dalam rumah kita juga meringkus pelaku bernama Eduard Marudut Tua Silalahi. Kita menemukan barang bukti dari dalam kamarnya 106 lembar cetakan uang pecahan 50, 5 buah mata pisau, penggaris, 4 buah lakban, 1 unit Printer Merek Pixma mp 287, tinta, kita juga menemukan Botol Bong lengkap untuk alat hisap Sabu," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Kedua Tersangka dijerat Pasal 24 ayat (2) dan Pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. "Ancaman hukumannya 15 tahun penjara," sebut Hasoloan. (Rizal Siregar).

Komentar