Menu Close Menu

Elemen GKSB Laporkan Walikota Siantar ke Polisi Soal Penistaan Penghinaan Dan Pelecehan Suku Simalungun

Rabu, 09 Mei 2018 | 22:18 WIB

P.Siantar/Metropublik.com- Elemen dari Gerakan Kebangkitan Simalungun Bersatu (GKSB) yakni DPP-KNPSI, GEMA-ISI, HIMAPSI, HMSI, IKBPD-BP, HSBP Dan Tokoh Masyarakat Islam Bandar menyambangi Polres Siantar. Mereka membuat laporan terkait dugaan penistaan, penghinaan dan pelecehan oleh Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah.

GKSB yang bertindak untuk menyampaikan,  Atas apa yang dirasakan dan dialami oleh masyarakat Suku Simalungun, atas penistaan, penghinaan dan pelecehan, Serta pelanggaran hukum dan peraturan perundang-undangan, yang dilakukan Walikota Pematangsiantar. Pengaduan itu untuk Kapolri Tito Karnavian, Kapolda Sumut, serta Kapolresta Pematangsiantar.

"Jadi kami membuat laporan. Dari elemen GKSB. Atas nama Abdul Aman Saragih Mewakili dari tokoh masyarakat Islam Bandar, Lisman Saragih ketua IKEIS, Alfian Sinaga dari GEMA-ISI, Jahenson Saragih dari HIMAPSI, Suandi Apohman Sinaga dari HMSI, Eduard Purba dari IKBPD-BP, Sarmuliadin Sinaga dari HSBP. Masing-masing kami membawa saksi bertemu Kapolres Siantar AKBP Dodi Hermawan di ruang kerjanya," Kata Ketua DPP-KNPSI Jan Wiserdo Saragih Ke Metropublik.com di Mapolres Siantar, Rabu (9/5/2018).

Jan menjelaskan Walikota Siantar Hefriansyah dinilai telah membuat kota Pematangsiantar sebagi kota pusaka dan dibuktikan dalam gambar serta praktek-praktek pendiskriminasian suku Simalungun dalam menempati posisi jabatan di Pemko Siantar. 

"Walikota Siantar kami anggap telah melanggar undang-undang nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi, ras dan etnis. Dia juga telah melakukan pelanggaran undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara dan PP nomor 11 tahun 2017 tentang managemen Pegawai Negeri Sipil karena telah mengangkat dan melantik pejabat yang telah pernah dihukum pidana korupsi," Jelas Jan.

Sementara itu, Kapolres Siantar AKBP Doddi Hermawan, menjelaskan ke 
wartawan melalui via selullar Whatsapp, Rabu (9/5/2018), Atas adanya kedatangan GKSB yang menyerahkan penyampain permasalahan terhadap suku Simalungun.

"Benar bang, tuntutan mereka yang lain-lain tidak ada, karena kita hanya sebagai mediator saja", tandas AKBP Doddi Hermawan. (Rz.S/tim).


Komentar