Menu Close Menu

Buron Selama 6 Bulan,Pelaku Curas Nginap di Polsek Medan Kota

Minggu, 24 Juni 2018 | 23:03 WIB
MEDAN - Kepolisian Sektor (Polsek) Medan Kota melalui Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Polsek Medan Kota Polrestabes Medan berhasil meringkus seorang tersangka kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang buron sejak Desember 2017 lalu.

Pelaku, Alharis Lubis alias Cais (25) warga Jalan Brigjend Katamso Gang Setia Baru Kecamatan Medan Maimun ini ditangkap, Jumat (22/6) setelah sebelumnya sukses melakoni aksi jambret di Jalan Pelangi.

“Pelaku diringkus berdasarkan tindaklanjut dari laporan korban bernama Yayang Darmawan (25) warga Jalan Bakti Kecamatan Medan Area,” kata Kapolsek Medan Kota Kompol Revi Nurvelani SH SIK MH kepada awak media,Minggu (24/6/2018).

Kompol Revi menjelaskan, peristiwa penjambretan terjadi pada saat korban sedang dibonceng oleh temannya dengan mengendarai sepeda motor melintas di TKP. Tiba-tiba pelaku bersama rekannya yang mengendarai sepeda motor langsung merampas handphone milik korban hingga korban terjatuh.

“Tidak terima barang miliknya dirampas, korban langsung teriak minta tolong. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga masyarakat sekitar yang langsung mengejar pelaku,” jelas mantan Kapolsek Medan Barat ini.

Kompol Revi menyebutkan, untuk pelaku Dikky Iswandi, pada saat itu berhasil diringkus petugas patroli Polsek Medan Kota yang sedang melintas di seputaran lokasi kejadian.

“Sementara, Cais yang mengendari sepeda motor berhasil melarikan diri dan diburon sejak saat itu,” sebutnya.

Begitupun, diungkapkan Kompol Revi, setelah dilakukan pemeriksaan dan pengembangan, Cais berhasil ditangkap Tim Pegasus Polsek Medan Kota di seputaran Jalan Pelangi. “Dari hasil pemeriksaan, Cais mengaku telah empat kali melakukan aksi serupa di wilayah hukum Polrestabes Medan,” ungkap orang nomor satu di Mapolsek Medan Kota ini.

Usai diamankan, kata Kapolsek, pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Medan Kota untuk diproses. “Imbas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 365 ayat 1, 2 KUHPidana dengan ancaman hukum penjara maksimal 9 tahun penjara,” tandasnya.(Red)

Komentar