Menu Close Menu

DPP LP3N Desak Kapolres Makassar Segera Evaluasi Kinerja Kapolsek

Senin, 16 Juli 2018 | 09:19 WIB
MAKASSAR - Ketua Umum Lembaga Pengawasan Pelayanan Publik Nasional (DPP LP3N), Rudy S Gani SE mendesak Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Irwan Anwar, segera mengevaluasi Kapolsek Makassar, Kompol Usman dalam kasus pelaporan warga yang lamban di tangani oleh jajarannya.

Menurutnya pihak Kepolisian Polsek Makassar yang terletak  di jalan, Kerung-Kerung No. 67 Makassar begitu cueknya ketika seorang warga kota Makassar datang ke kantor polsek, ingin melaporkan adanya dugaan pemerkosaan, bahkan yang datang sendiri ke kantor polisi tersebut adalah orang tua korban.

“Kami sangat prihatin atas kinerja Kapolsek Makassar. Kenapa bisa aparat kepolisian sektor Makassar ini begitu cueknya menyikapi pengaduan warga, padahal kasus ini adalah kejahatan seksual dan polisi seharusnya tidak lambat menangani pelaporannya,” tegas Rudi yang juga mantan Journalist Makassar, Minggu (15/7/2018).

Lanjut Calon Legislatif dari Partai Gerindra ini mengatakan apabila ada laporan warga harus ditindak cepat, itu perwujudan program prioritas Kapolri, Promoter (Profesional Modern dan terpercaya). Aparat Polsek Makassar melakukan kesalahan besar dan persoalan ini akan saya laporkan ke Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Umar Septono untuk sesegara mungkin untuk mencopot jabatan Kapolseknya.

“Peristiwa tindakan asusila ini terjadi di wilayah hukum Polsek Makassar. Aparat Polsek Makassar melakukan kesalahan besar tidak mendukung Program Prometer,” ketusnya.

Diketahui aksi dugaan pemerkosaan ini terjadi saat korban Nur Fadillah (22) yang beralamat Jalan kelurahan no 29, kelurahan Kaluku Bodoa Kecamatan Tallo, Kota Makassar, di tawarkan untuk mencari lowongan perkerjaan oleh pelaku yang berinisial PU, yang dikenalkan oleh teman korban. Setelah bertemu, pelaku mengajak korban dengan mengendarai sepeda motor, namun bukannya mencari pekerjaan, pelaku ini langsung membawa kerumahnya di jalan Maccini Gusung lalu di sekap selama tiga hari, saat perkosaan itu terjadi korban mengaku berusaha memberontak dan berteriak, namun usahanya gagal lantaran kedua kaki dan tangannya diikat serta mulutnya disekap,

“Selama tiga hari tinggalkan rumah, orang tua korban baru mengetahui keberadaan puterinya, dan melaporkannya ke wilayah hukum polsek Makassar namun aduannya tidak mendapat respon dari aparat kepolisian, tutur, “Rudi yang juga penasehat Walikota Makassar ini dengan nada ketus.(Red)
Loading...

Komentar