Menu Close Menu

Kejatisu Berhasil Bekuk Buronan Kasus Korupsi Kejari Langkat dan Pematang Siantar

Senin, 30 Juli 2018 | 09:39 WIB
JAKARTA - Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, berhasil membekuk buronan terpidana kasus korupsi di Kejaksaan Negeri (Kejari) Langkat dan Pematang Siantar di Jalan Mangga I Nomor 163 Kompleks PU, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (29/7) sekitar pukul 02:30 WIB.

Penangkapan terpidana kasus korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di dua jajaran Kejari atas nama Drs. H. Hasnil, AK, MM (68), itu dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Kejatisu, Leo Eben Ezer Simanjuntak SH. MH.

Terpidana Drs. H. Hasnil, AK, MM sendiri, ditangkap atas perkara dirinya selaku Jasa Akuntan Publik dalam penghitungan kelebihan Pembayaran Pajak Penghasilan PNS Tahun 2001 dan 2002 pada Sekretariat Kabupaten Langkat Tahun 2003 yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 1.193.574.876,-. Dan tidak hanya itu, ia juga terbukti bersalah dalam kasus yang sama di Simalungun.

Informasi yang berhasil dihimpun terkait diamankannya Pimpinan Kantor Akuntan Publik Hasnil M. Yasin & Rekan itu, bermula dari pengintaian yang dilakukan tim Intelijen Kejatisu selama dua pekan terakhir di sekitaran kediaman pelaku.

Setelah memastikan keberadaan terpidana yang saat ini juga aktif sebagai pengajar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu, tim Intelijen Korps Adhyaksa pun langsung mengamankannya tanpa ada perlawanan berarti.

Selanjutnya, Asintel Kejatisu bersama tim Intelijen memboyong terpidana ke Kejari Jakarta Selatan, untuk akhirnya dibawa ke Kota Medan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Sumanggar Siagian, kepada awak media mengatakan terpidana terbukti bersalah di dua Kejari yaitu Langkat dan Pematangan Siantar.

"Dari hasil putusan Mahkamah Agung, untuk kasus yang di Langkat Hasnil dihukum enam tahun dan di Simalungun empat tahun penjara," ujarnya.(RFS)

Loading...

Komentar