Menu Close Menu

Perwakilan Suku Batak Dukung Poldasu Tangkap Pelaku Penghinaan di Medsos

Senin, 02 Juli 2018 | 05:11 WIB
CP Nainggolan : Laporan itu Langkah Warga Negara yang Taat Hukum, Jangan Dinilai Ego Kesukuan


MEDAN - Poldasu mendapat dukungan untuk segera menangkap Faisal Abdi, terduga pelaku penghinaan terkait postingannya di media sosial (Medsos) Facebook yang dianggap menghina suku Batak.  Dugaan tindak pidana penghinaan yang dinilai melanggar Pasal 28 Undang-undang (UU) No11 Tahun 2008 tentang ITE itu sendiri sudah dilaporkan pelapor Parluhutan Situmorang dalam laporan polisi No : LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018.

Kepada awak media di Medan, Minggu (1/7/2018), CP Nainggolan menyebutkan, tindakan yang dilakukan Faisal Abdi dianggap telah meresahkan, khususnya orang Batak yang ada di seluruh dunia karena Medsos dapat dijangkau siapa saja, kapan saja, serta dimana saja. Untuk itu, harapannya, polisi dapat segera mengambil tindakan tegas dengan menangkap pelaku dan mengungkap dugaan penistaan yang dilakukannya.

 "Selama ini kehidupan masyarakat Indonesia khususnya Sumut dalam keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sangat terjaga. Walau tidak mempengaruhi kebhinekaan yang sudah terjalin selama ini, tindakan pelaku harus ditindak tegas untuk memberikan keadilan dan kenyamanan dalam masyarakat, khususnya untuk menjaga etika dalam penyampaian pendapat," ujarnya.

Ditambahkan, pelaporan Parluhutan Situmorang merupakan langkah positif seorang warga negara yang taat hukum, walau dalam konteks mewakili suku Batak di seluruh Dunia yang merasa martabat dan harga dirinya ternodai. Menurutnya, harapan suku Batak terhadap pengungkapan kasus itu bertujuan untuk menindak  pelaku secara personal dan siapa saja yang terlibat, tanpa bermaksud menjadi ego kesukuan sehingga dimanfaatkan pihak yang tak bertanggungjawab menimbulkan perpecahan.

 "Saya rasa pelaporan ini murni tindakan seorang warga negara yang taat hukum, mewakili suku Batak yang menganggap pelaku telah melakukan penistaan terkait SARA. Jadi hal ini bukan ego atau faktor kesukuan yang nanti dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggungjawab, sehingga meluas dan berdampak bagi kerukunan yang ada selama ini. Konsepnya harus dipahami, tindakan pelaku murni tindak pidana yang ketentuannya sudah diatur dalam undang-undang," tegas mantan Ketua Fraksi Golkar DPRD Medan itu.

 Baca Juga : Kapoldasu Atensikan Penangkapan Penista Suku Batak di Medsos

Mewakili praktisi hukum muda Sumut, Sri Falmen Siregar SH mengatakan, sebagian besar generasi muda suku Batak yang aktif menggunakan informasi dan transaksi elektronik menegaskan tidak terima dengan adanya penghinaan terhadap SARA di Medsos. Selain dinilai melanggar etika dalam menyampaikan pendapat melalui Medsos, tindakan pelaku yang menyebutkan suku Batak tolol dan memakan kotoran salah satu hewan jelas melanggar undang-undang.

 "Kami generasi muda sangat bangga dan nyaman dengan keberagaman yang sudah terawat selama ini. Saya juga yakin, setiap warga negara juga harus menjaga etika dalam penyampaian pendapat, apalagi jelas diatur dalam UU ITE. Meski dugaan penghinaan yang telah viral di Medsos ini tidak berkaitan dan berdampak terhadap kerukunan saat ini, tapi harapan agar polisi lebih aktif menindak tegas pelaku diharapkan menjadi contoh bahwa setiap warga negara memiliki serta menjalankan hak dan tanggungjawabnya," sebutnya.

 Sementara, Ketua DPD Kerukunan Masyarakat Batak Sumut Daniel Pardede mengimbau, pelaku dengan kesadaran sendiri dapat menyerahkan diri kepada pihak kepolisian, sehingga suku Batak dapat mengampuninya sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Selain itu, ia berharap masyarakat khususnya suku Batak tidak terpenting emosi dalam menanggapi hal ini.

 "Kami berharap, pelaku menyerahkan diri sehingga ada pengampunan sebagai saudara  sebangsa dan setanah air. Sebagai seorang Evangelis, kami dapat mendoakan saudara agar dapat menjadi orang Pancasilais.  Saya harap, orang Batak jangan terpancing emosi dalam menghadapi masalah ini," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapoldasu Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw mengaku, saat ini pihaknya tengah menyelidiki dan akan menangkap pelaku penghinaan dalam postingan pada akun media sosial (Medsos) Facebook atas nama Faisal Abdi, yang dianggap telah menyinggung dan melecehkan suku Batak.

Kepada wartawan di Medan, Sabtu (30/6), Kapolda menegaskan, kasus itu sudah dalam penyelidikan dan pengembangan untuk menangkap pelaku. Menurutnya, dia telah memerintahkan Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu melacak dan menangkap pemilik akun Facebook tersebut.

Ketika diwawancarai melalui telepon seluler, Direktur Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Drs Toga Habinsaran Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE) tersebut, dan dipastikan akan segera diungkap dengan menangkap pelaku. Subdit Cybercrime Ditreskrimsus Poldasu telah membentuk tim untuk mengungkap kasus itu dan menangkap pelaku.

Namun saat dikonfirmasi terpisah melalui telepon selulernya, Kasubdit II/Cybercrime AKBP Erzoni Saragih malah meminta wartawan menangkap pelaku dan menyerahkannya kepada pihaknya. "Kalian tangkap saja dulu pelakunya, nanti serahkan ke kantor," katanya singkat.

Diketahui, pemilik akun Facebook atas nama Faisal Abdi dilaporkan ke Poldasu sesuai laporan polisi No : LP/822/VI/2018/SPKT III tanggal 29 Juni 2018, dengan pelapor Parluhutan Situmorang SH.

Didampingi kuasa hukumnya Lamsiang Sitompul SH MH dan Hermansyah Hutagalung SH MH di Medan, pelapor Parluhutan Situmorang SH (51) warga Jalan Sri Brantas Kelurahan Babura Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal mengakui, sudah melaporkan dugaan penghinaan terhadap suku Batak yang diposting dalam akun Facebook atas nama Faisal Abdi. Sebagai bagian dari suku Batak, pelapor merasa telah diserang nama baik dan kehormatannya. Selain dinilai menjadi penghinaan terbesar bagi suku Batak, melalui postingan di Medsos itu pelaku dianggap menjatuhkan martabat dan harga diri orang Batak.

"Mewakili orang Batak di seluruh dunia, saya memohon pihak kepolisian yang dipimpin Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw segera menangkap pelaku penistaan suku Batak," harapnya.(Roy)

Komentar