Menu Close Menu

Polisi Cek Kasus Ibu di Tebing Tinggi Yang Kena Hipnotis

Rabu, 04 Juli 2018 | 06:11 WIB
TEBINGTINGGI - Seorang ibu bernama Sumiati (37) menjadi korban pencurian. Dia diduga kena hipnotis sehingga uang di dalam tabungannya sebesar Rp 40 juta raib.

Terkait kasus ini, Kepala SPKT Polres Tebing Tinggi, Aiptu Jhoni Zuardi membenarkan peristiwa tersebut. Dan pihak nya masih melakukan penyelidikan kejadian ini dan bekerja sama dengan pihak Bank BNI.

“Para pelaku telah mencuri diduga korban di hipnotis dengan cara berpura memberi bantuan dan menukar kartu ATM milik korban yang tersangkut dengan kartu atm yang palsu. Kejadian nya Senin (2/7) malam. Sebelum beraksi para pelaku sudah menyiapkan kartu ATM yang palsu untuk ditukar dengan ATM milik Korban. hal itu tidak disadari oleh korban,” kata Aiptu Jhoni Zuardi ke metropublik.com, Selasa (3/7/2018).

Sebelumnya diberitakan, Peristiwa ini terjadi di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di Jalan Deblot Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, tepatnya dekat SPBU Simpang Rambung, pada Senin (2/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu Kartu ATM milik korban tersangkut dan tidak bisa keluar dari dalam mesin atm tersebut. Kemudian dengan tiba-tiba 2 orang yang tak dikenalinya mendatangi dengan menawarkan bantuan.

Dua orang pria itu mengaku bisa mengeluarkan kartu Atm yang tersangkut dari dalam mesin tersebut. Tanpa menaruh curiga terhadap kedua pelaku, Sumiati mempersilakan masuk kedua orang tersebut untuk membantu.

Lalu salah seorang pelakunya meminta momor pin kartu atm. Sumiati pun memberitahukan nomor pin kartu atm miliknya. Setelah diberitahukan nomor pin, Dengan mengunakan tusuk gigi keduanya pun berhasil mengeluarkan kartu dari dalam mesin ATM. Tanpa disadari Sumiati menerima kartu atm yang palsu diberikan oleh tersangka.

Sumiati pun baru tersadar uang Rp 40 juta dari tabungan miliknya itu telah raib. Saat ia menerima sms BNI Banking dari handponnya, bahwa adanya penarikan uang dari rekening nya itu sebanyak 2 kali. Uang tersebut ada kemungkinan dicuri oleh dua orang pelaku dengan cara menukar kartu ATM milik korban dengan yang palsu.

Atas hal yang dialaminya ini, Sumiati ditemani abang kandungnya kemudian melaporkan kejadian tersebut pada Selasa (3/7) siang, ke Polres Yebing Tinggi. Petugas SPKT menerima laporan Sumiati tersebut. (Rizal Siregar).

Komentar