Menu Close Menu

Sempat Minta Tolong Via WhatsApp Kepada Temannya, Remaja 17 Tahun Tewas Gantung Diri

Selasa, 17 Juli 2018 | 07:11 WIB
SIMALUNGUN - Seorang laki-laki berusia 17 tahun di Simalungun ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya di daerah Marihat Purba Saribu, Kelurahan Haranggaol Horoson, Kecamatan Haranggaol Horison, simalungun. Korban ditemukan meninggal dunia menjelang siang oleh rekan rekannya.

Sebelumnya, korban yang bernama Barahdo Lopes Haloho ini sempat diajak kedua temannya, untuk ngumpul-ngumpul di Pantai Sigumba gumba Haranggaol Horison. Namun Korban langsung permisi keteman-temannya hendak pulang kerumah di Dusun Mariah Purba Saribu Kelurahan Haranggaol Horison, Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun.

"Keterangan temannya, pada minggu (15/7) Siang lalu, mereka Lagi ngumpul-ngumpul, di pantai sigumba-gumba, tiba-tiba korban permisi pulang kerumah. Korban langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor honda. Sekitar pukul 13.44 WIB, teman korban Irwandi Tondang (20) mengajak Mawi Saragih (20) ke rumahnya dan menemukan korban dengan posisi sudah tergantung," ujar tetangga korban Diki Silalahi kepada wartawan, di sekitar lokasi kejadian, di Dusun Mariah Purba Saribu Kelurahan Haranggaol Horison, Kecamatan Haranggaol Horison, Simalungun, Senin (16/7).

Kemudian Kedua temannya itu, dengan mengendendarai sepeda motor Honda Supra Fit, langsung menuju kerumah korban. Mereka mengatakan, kalau pintu rumah korban tertutup, sempat keduanya memanggil-manggil korban, karna tidak ada jawaban, merekapun melihat kedalam rumah melalui jendela depan, alangkah terkejutnya keduanya melihat korban sudah tergantung diruang tamu. Kedua temannya itu mendobrak pintu depan dan mereka langsung menurunkan korban yang sudah tidak sadarkan diri dari tiang Gantungan. Kedua nya pun memberi tahukan kepada orangtua korban dan tetangga.

"Tak hanya itu, sebelum tewas korban Cathingan via WA dengan temannya Irwandi dengan bahasa daerah, korban mengatakan "Tolong lobe au" (Tolong dulu aku).
Irwandi pun menanya "Mahua Ho" (Kenapa kau).
korban membalas "Podas Ma"(Cepatlah).
Irwandi bertanya lagi "Idia ge ho" (Dimana kau).
Korban menjawab "Ro lobe nima hu jabu ku, I jabu au" (Datanglah ke rumahku, dirumahnya aku).
Irwandi membalas "OK," ujar Diki.

Di mata tetangganya, korban yang diketahui pekerjaan nya mocok-mocok ini biasanya dikenal sebagai anak yang pendiam dan tertutup. Namun, Diki sempat mengatakan jika teman korban pernah bercerita kalau korban punya masalah ia tidak pernah mau berbagi cerita.

"Keterangan temannya, anak ini tertutup, saat ditanya ada masalah apa agak sulit mau menjawab, jadi mereka nggak tahu ada masalah apa," imbuh Diki.

Sementara saat dihubungi, Kapolsek Purba, AKP. RA Turnip, mengatakan saat ini pihaknya masih belum mengetahui penyebabnya. Hasil Koordinasi dengan orangtua korban. Mereka telah menerima dengan ikhlas, dan membuat Surat Pernyataan bahwa Keluarga tidak akan menuntut sesuai Hukum atas kejadian tersebut.

"Iya ada Korban bunuh diri, laki-laki dan belum diketahui penyebabnya karena keluarga korban, sudah mengiklaskan korban, keluraga nya membuat surat pernyataan dan mmbuat  Surat Permohonan tidak dilakukan Autopsi ke mayat korban," Kata AKP RA Turnip ke metropublik.com, Senin (16/7/2018).

Kejadian ini pada minggu (15/7) siang lalu, diketahui saat teman nya menerima chetingan dari korban dan menemukan korban sudah tergantung di ruang tamu.

"Minggu (15/7) Semalam sudah ditemukan temannya di dalam rumah diruang tamu gantung diri," tambah Turnip.

Turnip juga menuturkan, sebelumnya teman korban mengaku terakhir kali melihat korban pada pukul 12.30 WIB atau sebelum korban permisi pulang. "Kata temennya terakhir ketemu jam 12.30, dia tiba-tiba permisi pulang kerumahnya," tandas turnip. (Rizal Siregar).
Loading...

Komentar