Menu Close Menu

Seorang Ibu di TebingTinggi Kena HIPNOTIS,Uang Rp.40 Juta di ATM Raib

Rabu, 04 Juli 2018 | 06:06 WIB
TEBINGTINGGI - Malam hari, Sumiati (37) menerima bantuan dari dua orang tak dikenal, karena kartu atm miliknya tersangkut didalam mesin. Keduanya mengaku bisa mengeluarkan kartu dari dalam mesin atm tersebut.

Tanpa menaruh rasa curiga, Sumiati mempersilakan kedua orang tersebut untuk membantu. kedua pelaku berhasil mengeluarkan kartu atm dan memberikannya ke sumiati, keduanya pun pergi, Sumiati sadar duit Rp 40 juta yang disimpan di bank telah raib, Dari sms e-banking, bahwa adanya penarikan uang dari rekening miliknya sebanyak 2 kali.

Kejadian malang itu dialami Sumiati pada Senin  (2/7) malam, sekitar pukul 21.00 WIB. Awalnya dia hendak mengambil uang dari salah satu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI di Jalan Deblot Sundoro, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi, tepatnya di dekat SPBU Simpang Rambung.

"Awalnya, saya hendak mengambil uang di ATM BNI di jalan Deblot Sundoro, dekat SPBU Simpang Rambung. Sekitar pukul 21.00 WIB, Kemudian saya masukan kartu atm kedalam mesin, entah kenapa kartu saya tidak mau keluar sangkut didalam mesin atm," Kata Sumiati kepada metropublik.com, Selasa (3/7/2018).

Beberapa saat kemudian, dua orang pria yang tak dikenal datang dan menawarkan bantuan.

"Ternyata, saya melihat ada dua orang, 2 orang laki-laki tidak ku kenal datang dan Mereka menawarkan bantuan," kata Sumiati.

Usai menyampaikan hendak membantu, Sumiati lantas mempersilakan kedua orang tersebut masuk ke dalam ruangan mesin ATM "Entah kenapa, saya mempersilahkan mereka masuk kedalam ruang mesin atm, Bahkan, saya sempat bersalaman dengan mereka," katanya.

Yang aneh, tidak ada rasa curiga sedikitpun. Padahal mereka itu orang yang enggak dikenal," tambah sumiati

Sumiati kemudian mempersilakan dua orang tersebut untu mengeluarkan kartu atm yang tersangkut di dalam mesin. Tak lama setelah berusaha mengeluarkan kartu, salah satu pelaku meminta nomor pin.

"Setelah berusaha mengeluarkan kartu, salah satunya bilang, 'berapa nomor pin nya ini Bu?' Saya langsung mengasitau nomor pinnya. saya liat mereka mencongkel-congkel dengan menggunakan tusuk gigi," kata Sumiati.

Tak lama setelah dicongkel-congkel, kedua orang tersebut berhasil mengeluarkan kartu atm dari dalam mesin "mereka berhasil mengeluarkan kartu itu dari dalam mesin dan langsung memberikan kartu itu ke saya," katanya.

Setelah berhasil mengeluarkan kartu dari dalam mesin dan Tanpa basa basi, kedua orang tersebut langsung minta izin langsung pergi. Sumiati kemudian membatalkan niatnya untuk mengambil uang dan langsung pulang kerumahnya di Jalan Bagelen, Lingkungan II, Kelurahan Deblot Sundoro, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.

Namun sekitar pukul 22.00 WIB, Hp milik sumiati berbunyi ada sms masuk, setelah dilihat sms tersebut dari BNI e-banking, melaporkan adanya penarikan uang dari rekening miliknya sebanyak 2 kali. dengan nilai total sebesar Rp 40 juta.

"Nah, saya baru sadar uang hilang sekitar satu jam setelah saya pulang ke rumah. Saya melihat ada pesan masuk di hp saya, bahwa ada penarikan uang sebanyak 2 kali, saya liat penarikan itu berasal dari ATM BNI yang terletak di RS Sri Pamela sejumlah Rp 20 juta dan dari ATM BNI yang berada di Sei Bamban, Sergai, jumlah penarikan sama Rp 20 juta," jelas sumiati.

Sumiati heran dengan sms tersebut, Selasa (3/7) pagi, sumiati langsung mengecek mendatangi kantor Bank BNI di Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi.

"Dikatakan pihak bank, Ternyata, penarikan uang tersebut benar atas nama saya, Di situ lutut saya langsung lemes," kata sumiati.

Sumiati menduga, uang Rp 40 juta yang hilang itu diambil dua orang asing itu saat menolong mengeluarkan kartu atm tersangkut di dalam mesin. "Ternyata pelakunya yang dua orang tadi malam, kartu ATM milik saya itu sudah ditukar dan mereka juga meminta nomor pin nya," katanya.

Sumiati sempat ingat, saat dirinya memberikan nomor pin atmnya, pelaku satunya berpura-pura mencongkel kartu tersebut, kartu atm tersebut berhasil keluar dan langsung ditukar dengan yang palsu. Selain itu, tangan pelaku itu diletakkan di atas bahu korban selama obrolan berlangsung.

Dengan ditemani abang kandungnya, Sumiati kemudian melaporkan kejadian kehilangan tersebut pada Selasa (3/7) ke Mapolres Tebing Tinggi. Mendapat laporan korban, personil kepolisian SPKT dibantu tim Reskrim dan Inafis Polres Tebing Tinggi selanjutnya mendatangi lokasi kejadian, melakukan penyidikan serta olah TKP. (Rizal Siregar).

Komentar