Menu Close Menu

Akhir Pelarian Pemerkosa Gadis Dibawah Umur di Kota Siantar

Selasa, 21 Agustus 2018 | 22:28 WIB
P.Siantar - Seorang pekerja Koperasi di Dolok Sanggul, Kabupaten Humbahas diringkus team jahtanras polres Siantar Setelah menjadi DPO selama hampir 3 bulan. Pekerja Koperasi itu diduga telah memperkosa sebanyak 8 kali seorang gadis di bawah umur, pada Sabtu 26 Juni 2018 lalu.

Tersangka bernama Ardiman Petrus Sihotang (24), warga Jalan Huta lumban buntu, Kelurahan Laras II, kecamatan Siantar, kabupaten Simalungun, ia ditangkap polisi pada Senin (20/8/2018) lalu, Sekitar pukul 07.00 Wib, didalam rumah kontrakannya di Jalan Siporngis, Desa Purba manalu, kecamatan Dolok sanggul, kabupaten Humbahas.

"Tersangka berhasil kami tangkap setelah menjadi DPO hampir 3 bulan, karena telah melakukan pemerkosaan gadis di bawah umur," kata Kapolresta Siantar AKBP Doddy Hermawan melalui Kasat Reserse Polres Siantar AKP Hasoloan Sinambela, ke metropublik.com, Selasa (21/8/2018).

Menurut Kasat, Setelah tersangka kabur selama hampir 3 bulan dan Personil mendapat informasi, bahwa tersangka berada di kabupaten humbahas. Mendapat informasi tersebut, Personil langsung ke lokasi dan berhasil menangkap tersangka di dalam rumah kontrakan di Dolok sanggul, Kabupaten Humbahas.

"Tersangka mengiming-imingin akan bertanggung jawab ke korban. Pelaku ini merenggut mahkota gadis itu di penginapan Hotel Mutiara jalan S.M.Raja, kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, pada 26 Juni 2018 lalu," tutur Hasoloan.

Hasoloan menyebut, Ardiman Petrus bekerja di koperasi di wilayah Doloksanggul, kabupaten Humbahas.

"Tersangka bekerja di koperasi tukang (mengutip Duit) di wilayah Doloksanggul, kabupaten Humbahas," ungkap Kasat Reserse Polresta Siantar ini.

Hasoloan menceritakan, jika korban yang berinisial boru Silaban, yang tinggal di Serge, Kabupaten Serdang Bedagai sempat mengalami pendarahaan setelah diperkosa pelaku. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum djasamin Saragih Kota Siantar.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 81 dan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak No 23 Tahun 2002. "Tersangka dijerat dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," pungkasnya. (Rizal Siregar).


Loading...

Komentar