Menu Close Menu

Diduga Pungli Bansos Rastra Desa Raman Aji Lampung Timur

Rabu, 08 Agustus 2018 | 19:37 WIB
LAMPUNG TIMUR -  Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) adalah bantuan pangan dalam bentuk beras (natura) yang diberikan oleh pemerintah untuk disalurkan setiap bulannya kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tanpa dikenakan biaya tebus/ harga.

Bansos rastra pada awal mulanya adalah bantuan Raskin/ Rastra yang disalurkan kepada penerima manfaat sebesar 15 Kg per keluarga dengan biaya tebus Rp 1.600,-/kg kemudian bertransformasi menjadi bansos rastra dan berubah fungsi dari pola bantuan bersubsidi menjadi bantuan sosial.

Bansos Rastra mempunyai tujuan untuk mengurangi beban pengeluaran Keluarga Penerima Manfaat melalui pemberian beras kualitas medium dengan jumlah 10 Kg setiap bulannya tanpa dikenakan biaya tebus.

Namun berbeda dengan Desa Raman Aji, Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, pasal nya desa tersebut diduga mewajibkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menebus Bansos tersebut dengan harga 5.000 Rupiah dan di potong sebanyak 1 Kg beras dengan alasan yang tidak jelas.

Seorang warga yang enggan di sebutkan nama nya mengatakan kepada MetroPublik.Com dan iGlobalNews.id saat di kunjungi di kediaman nya, membenarkan bahwa diri nya beserta warga yang lain membayar sejumlah uang sebesar 5 Ribu rupiah untuk menebus beras tersebut. Dan diri nya pula mengatakan bahwa beras tersebut di potong sebesar 1 Kg tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu.

"Ia mas kami dapat Bantuan beras sebesar 10 Kg dan di potong 1 Kg, dan kami warga juga membayar uang sebesar 5 Ribu rupiah yang diminta oleh kepada dusun (Kadus)". Kata Narasumber

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Marsono mengatakan saat di jumpai di Kantor Kecamatan Raman Utara, bahwa Bansos Rastra merupakan Bantuan GRATIS dan tidak ada biaya tebusan  apapun. Mengenai ada nya tebusan, diri nya belum mendengar hal tersebut. Kalau pun ada maka resiko dan tanggung jawab di tangan Desa.

"Penerima Bansos Rastra itu tidak ada tebusan mas, jadi kalau ada Desa yang melakukan seperti itu maka tanggung jawab mereka dan tidak ada instruksi dari kami". Tutup Marsono TKSK

Sampai dengan berita ini di turunkan, Camat Raman Utara, Adnan belum dapat di konfirmasi karena ada nya Rakor di Kantor Kecamatan. Sedangkan Kepala Desa Raman Aji, Masdar di Hubungi melalui Telepon selulernya tidak ada jawaban. (Denny)
Loading...

Komentar