Menu Close Menu

DPRD Lampung Timur Segera Ke Desa Raman Aji Terkait Pungutan Penerimaan Bansos Rastra

Minggu, 12 Agustus 2018 | 12:34 WIB
LAMPUNG TIMUR - Bansos rastra merupakan hak masyarakat kurang mampu melalui pemberian beras kualitas medium sejumlah 10 Kg/ KPM setiap bulannya tanpa dikenakan biaya tebus. Dengan pemberian bantuan ini diharapkan keluarga penerima manfaat dapat hidup lebih sejahtera. Apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksaannya, maka pihak yang melakukannya akan diproses sesuai perundang-undangan dan hukum yang berlaku.

Namun beda yang terjadi pada Desa Raman Aji,Kecamatan Raman Utara,Kabupaten Lampung Timur, berdasarkan keterangan dari ibu Ratmini warga Dusun 1 ketika MetroPublik.Com dan iGlobalNews.id berkunjung ke kediaman nya mengatakan, bahwa benar diri nya telah membayar sejumlah uang sebesar 5 rb rupiah demi menebus beras tersebut, dan Ratmini juga mengatakan bahwa beras nya di potong sebanyak 1 kg.

"Ia mas,saya dapet bantuan beras dari pemerintah,namun saya harus membayar sebesar 5 Ribu rupiah kepada Bapak Suli selaku kepala dusun,dan beras saya juga di potong 1kg". Kata Ratmini

Sedangkan Ibu Suginem Warga Dusun 1 juga mengutarakan hal yang sama,bahwa diri nya juga harus menebus uang sebesar 5 Ribu rupiah dan di potong 1 Kg beras. "Ia mas,saya juga bayar 5 waktu ambil beras di rumah kepala dusun pak Suli,dan beras saya juga di potong 1kg. Ucap Ibu Suginem

Ibu Titik Mirawati juga mengatakan hal yg sama kembali,bahwa diri nya juga membayar sejumlah uang untuk menebus beras bantuan tersebut sebesar 5 Ribu rupiah dan di potong 1 Kg kepada kepala dusun Bapak Suli. "Sama mas saya juga bayar,dan di potong beras 1 kg". Singkat Titik

Tokoh Masyarakat Desa Raman Aji, Yasim mengatakan tanggapan nya kepada awak media ketika di kunjungi di kediaman nya, bahwa diri nya belum mengetahui hal tersebut terkait ada nya pungutan pengambilan beras Rastra,namun diri berharap apabila itu benar ada nya,ya jangan di ulangi dan di perbaiki. Dan dia juga mengatakan,kalau itu melanggar Hukum,maka ya harus di proses sesuai hukum yg berlaku.

"Wah saya belum dengan permasalahan ada nya pungutan tersebut mas,kalau itu benar ya saya harap jangan di ulangi dan segera di perbaiki,dan kalau memang itu menyalahi aturan hukum,ya harus di proses sesuai dengan hukum yg ada". Kata Laki laki yg akrab di sapa Bapak Yasim Tersebut.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi I Lampung Timur, Abdul Wahid mengatakan, hal seperti ini tentu tidak boleh ada pungutan,apalagi ada nya potongan beras. Tetapi,semua itu harus di telusuri lebih mendalam apakah benar itu yg terjadi.

"Ya kalau ada pembayaran dalam pengambilan Bansos ya tidak boleh,apalagi ada nya pemotongan beras 1kg,namun itu harus di telusuri dahulu,dan saya akan turun kelapangan untuk memastikan kebenaran tersebut".Tegas Abdul Wahid kepada wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya,Desa Raman Aji,Kecamatan Raman Utara,Kabupaten Lampung Timur, pengambilan bansos rastra untuk warga kurang mampu harus membayar sejumlah uang dan di potong beras sebanyak 1kg diduga untuk keperluan pribadi Kepala Desa.(Denny)
Loading...

Komentar