Menu Close Menu

Kapal Penangkap Ikan di Belawan Diamankan, Ditemukan Alat Isap Shabu

Rabu, 08 Agustus 2018 | 19:59 WIB
BELAWAN - Tidak memiliki izin dan dokumen yang resmi,sebuah kapal penagkap ikan di Belawan berhasil diamankan oleh Direktorat Polair Polda Sumatera Utara.

Kasat Polair mendapat informasi dari nelayan Bagan Kuala dan nelayan Kerumbuk bahwa ada kapal Pukkat Trawl dari Pagurawan sebanyak 80 unit. Kapal tersebut juga diduga alat tangkapnya tidak diizinkan atau tidak ramah lingkungan.

“Kita mendapat informasi dari masyarakat, Kasat Polair beserta 6 personil menindaklanjuti info. Dengan menggunakan kapal patroli KP II 2029 berangkat dari dermaga Sat Polair, sekira jam 10.00 wib diperairan Sergai Kec. Tanjung beringin,” jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Tatan Dirsan Atmaja SIK, Rabu (8/8/2018)

Petugas memergoki sebuah kapal jenis pukat trawl yang sedang menarik pukatnya. Saat dilakukan pemeriksanaan, ditemukan fakta bahwa kapal pukat trawl menangkap terlalu ke pinggir 1/2 ml dari bibir pantai sehingga hampir terjadi gesekan dan keributan di laut antara nelayan tradisional dan modern.

Selanjutnya petugas Ditpolair mengamankan 1 unit kapal pukat trawl tersebut lalu dibawa ke mako Sat Polair beserta Nakhoda dan ABK Kapal. “Kapal tersebut dinahkodai Mhd. Irwan bersama 2 orang ABK Syamsir dan Muhamad Maliki. Kapal tersebut menggunakan mesin dompeng Pk 30. Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan tidak ada ditemukan dokumen kapal satu pun,” ujar Kabid Humas.

Selain itu saat dilakukan penggeledahan terhadap kapal pukat trawl tersebut, ditemukan alat isap sabu yaitu kaca, jarum dan mancis disimpan di kotak rokok, lalu dilakukan pemeriksaan di kantong dan di badan tekong dan ABK tidak ada ditemukan.

Dari keterangan ABK dan Tekong yang menggunakan alat tersebut adalah nahkodanya saat malam sebelum melaut. Barang bukti yang ditemukan 1 unit kapal tanpa nama, Pukat hela dasar berpapan besi, ikan campur campur sebanyak 27,1 kg, baterai dan Fiber.

“Para tersangka diduga melanggar pasal 9 ayat 1 subs psl 85 dari UU Perikanan no. 45 thn 2009 tentang perubahan UU No 31 Tahun 2004. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Mako Satpolair utk proses selanjutnya,” tutur Kabid Humas.(BZ)
Loading...

Komentar