Menu Close Menu

Kapolda Sumut Berjanji Akan Berikan Kenyamanan Bagi Masyarakat Sumatera Utara

Rabu, 29 Agustus 2018 | 22:13 WIB
Sumut - Meskipun baru sekitar satu minggu menjabat sebagai Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto, langsung menunjukkan sikap tegas terhadap tindakan premanisme di wilayahnya.

Kapolda Agus mengungkapkan pihak kepolisian telah menangani kasus terbaru mengenai pungli, pengrusakan serta kekerasan secara bersama-sama dalam tindakan premanisme di wilayah Polrestabes Medan.“Sudah enam tersangka yang ditangkap dari tiga lokasi berbeda,” ujarnya kepada wartawan,Rabu (29/8/2018).

Dia memastikan, Polda Sumut dan jajaran akan melaksanakan kegiatan secara terus-menerus dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kendati demikian, dia berharap adanya kerjasama dari masyarakat agar hasilnya lebih maksimal, begitu juga sinergitas dari segenap unsur di kepolisian.

“Saya minta kerjasama Polrestabes dengan Polda untuk sinergi melakukan penertiban untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh warga,” katanya.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, menjelaskan, kasus tersebut sempat menjadi viral di media sosial, yakni video mengenai aksi pelemparan oleh preman.

Dari kejadian ini, lanjutnya, Kapolda langsung merespon cepat yang mana setelah mendapat informasi, langsung memerintahkan Kombes Dadang untuk turun langsung.

“Di sini premanisme menjadi atensi. Kami telah melakukan tindakan di tiga lokasi dalam penanganan pramisme ini, yaitu kekerasan dan pungli,” ujarnya.

Ketiga lokasi tersebut yakni di Pasar Aksara Baru, Jalan Perniagaan dan satu lagi di Jalan Rahmad Shah. Semua modusnya adalah mengintimidasi, melakukan kekerasan kemudian pengrusakan untuk mendapatkan materi berupa uang. “Ada beberapa barang bukti yang sudah kami ambil,” katanya.

Lebih lanjut dia jelaskan, Ini merupakan bentuk-bentuk premanisme, yaitu dengan menimbulkan ketakutan warga untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Proses penyidikan telah dilakukan sehingga kemudian mereka menangkap enam tersangka.

“Pasal yang dipersangkakan untuk kasus kekerasan bersama-sama adalah 170 dan 406, sedangkan untuk kasus pungli kami kenakan pasal 368. Ancaman hukuman semuanya di atas lima tahun,” papar Kombes Dadang. (Red)
Loading...

Komentar