Menu Close Menu

Mengerikan...! Limbah PT Atria Alumindo Diduga Ciptakan Penyakit Bagi Masyarakat

Minggu, 12 Agustus 2018 | 12:48 WIB
MEDAN - Pejabat Pengawas Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatera Utara diminta untuk melakukan penyelidikan ke Perusahaan PT. Atria Alumindo yang berada di Jl. Kompos Desa Puji Mulio, Kecamatan ,Sunggal Deliserdang KM.12 Medan-Binjai.

Pasalnya, pabrik atau industri yang bergerak dibidang produksi dari bahan Aluminium tersebut diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dimana berdasarkan pantauan awak media dilokasi, perusahaan tersebut telah berani melakukan “Dumping” atau pembuangan limbah ke saluran Drainase milik umum, sehingga diduga kuat telah mengurangi baku mutu lingkungan hidup disekitarnya. Apalagi akibat pembuangan limbah tersebut, air menjadi putih dan berbau yang sangat menyengat.

Berdasarkan penelusuran awak media, pembuangan limbah tersebut dilakukan dengan cara menjebol tembok pembatas antara saluran Drainase dengan lokasi kegiatan produksi. Bahkan ada sebagian warga mengatakan, tembok tersebut jebol dengan sendirinya dikarenakan tekanan atau pengaruh dari aliran libah tersebut.


Pun begitu, ketika awak media berusaha mengkonfimasikannya kepada pihak perusahaan, awak media dihadang pihak Security, dan mengatakan bahwa pihak Personalia sedang tidak berada ditempat.

“Personalia lagi keluar, nggak berada dikantor, kalau abang mau konfirmasi silahkan datang lagi besok,” ujar Security yang bernama, Zulkarnain.

Zulkarnain juga menjelaskan, bahwa yang biasanya menangani persoalan tersebut adalah Ibu Sarifah bagian Personalia. Bahkan, Zulkarnain juga berani menjual serta meyeret nama, Kepala Desa Puji Mulio, Herlambang dan Anggota DPRD Deliserdang, Dani Ginting sebagai mediator guna menjelaskan keberadaan limbah tersebut.

“Biasanya penjelasan disampaikan ibu Sarifah selaku personalia. Tapi Kepala Desa sini juga bisa, bahkan Kepala Desa sering lalu lalang disini dan tidak ada masalah. Selain Kepala Desa, orang abang juga bisa meminta penjelasan kepada pak Dani Ginting anggota DPRD Deliserdang. Biasanya beliau juga sering memberikan keterangan kepada masyarakat mengenai keberadaan limbah ini,” ujar Zulkarnain.

Anehnya, awak media yang menemui Herlambang selaku Kepala Desa Puji Mulio, malah meminta pihak media agar menerbitkan pemberitaan yang kritis dan tajam mengenai pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT. Atria Alumindo.

“Orang abang beritakan saja itu, nggak benar itu kalau nggak ada masalah mengenai limbah yang mereka buang ke saluran drainase itu. Sudah berulang kali kita berikan teguran untuk menghentikannya dan kita perintahkan agar membuat penampungan limbah sendiri, namun tetap saja begitu, perusahaan memang dasar bandel,” terang Herlambang yang kemudian memanggil, Samsul selaku Kepala Dusun 7 Desa Puji Mulio yang lebih mengetahui mengenai keberadaan limbah tersebut.


Betapa terkejutnya awak media mendengar keterangan yang diberikan, Samsul. Samsul menjelaskan bahwa pihak Desa sudah berulang kali memberikam teguran, dan bahkan sudah berusaha melakukan mediasi ke personalia agar menghentikan pembuangan limbah, namun tak kunjung diindahkan.

Samsul juga mengatakan, bahwa dalam tempo tiga jam hujan mengguyur kawasan pabrik, maka air limbah otomatis akan naik serta merembes ke badan jalan sehingga mengenai orang melintas.

“Saya pernah sengaja datang ketika hujan, dan air limbah naik ke badan jalan. Wah hampir selutut airnya saat itu bang. Begitu air limbah tadi kena kulit kita, nggak lama akan terasa panas dan gatal. Dulunya dalam saluran drainase itu, tapi lambat laun tertimbun akibat limbah tadi, dan asal diguyur hujan sedikit pasti langsung merembes ke jalan,” terang Samsul.

Sambungnya, pihak Desa juga pernah memberikan beberapa kali surat teguran pada perusahaan agar dilakukan pengerukan Drainase, namun sampai detik ini belum juga dilaksanakan. Akibatnya pihak Desa juga berharap agar Pejabat Pengawas BLH Sumut berkerjasama dengan pihak Kepolisian mengambil sampel limbah tersebut, dan bila terbukti membahayakan mutu lingkungan, segera memberikan tindakan tegas terhadap perusahaan PT. Atria Alumindo, dimana perusahaan ini juga diduga kuat menggelapkan pajak, karena tanpa dilengkapi plang perusahaan.(Jerry)


Loading...

Komentar