Menu Close Menu

Panti Tunalaras 'Pejoreken' Berastagi Butuh Perhatian

Kamis, 23 Agustus 2018 | 07:19 WIB
Warga Panti Tunalaras saat memberikan ucapan terima kasih kepada Rombongan Mata Karo.
Tanah Karo - Panti Tunalaras atau disebut Pejoreken Berastagi dibawah naungan Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  (Pemprovsu), saat ini membutuhkan uluran tangan dari  semua elemen masyarakat.

Hal itu  disampaikan Romianto Imanuel Ginting  Kasi Pengasuh dan Rehabilitasi Tuna Laras Berastagi saat LSM Mata Karo berkunjung ditempat itu untuk berbagi kasih kepada para penghuni yang sedang direhap ditempat tersebut.

"Saat ini kita sangat membutuhkan fasilitas, seperti tempat tidur, selimut dan pakaian untuk mereka, dari itu kita butuh uluran tangan  bagi siapa saja masyarakat  yang tergerak hatinya untuk membantu, "Jelasnya kepada ketua Mata Karo, Lioyd Reynold Ginting.

Di panti tunalaras Pejoreken, lanjut Romianto,  mereka menjadi keluarga dan berkehidupan sosial dengan melakukan berbagai kegiatan diantaranya senam dan berkesan dan berjualan sabun cair serta pemeriksaan kesehatan bagi penghuni panti juga dilakukan.

Lioyd Ginting salah seorang pemerhati pembangunan Kabupaten Karo ini, menanggapi akan keluhan yang disampaikan, dirinya bersama rekan rekan yang lain akan terus berusaha mencari orang-orang yang bisa menyisihkan rezekinya ke Tunalaras.

"Kita akan berusaha melobi teman teman yang bisa menyisihkan rezekinya untuk berbagi ditempat ini, khususnya tentang fasilitas seperti tempat tidur, selimut dan pakaian, "Ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/8/2018)  di Panti Tuna laras Simpang Koropri Berastagi, Kabupaten Karo. 
Ketua Mata Karo, Lioyd Ginting saat makan siang bersama di Tunalaras Berastagi

Lebih lanjut dikatakan Lioyd, hidup ini harus jadi berkat, dimana saja dan kapan saja, artinya tidak perlu momen spesial atau hanya disaat hari perayaan besar saja " Karena mereka juga manusia yang harus diperhatikan dan diperlakukan semestinya," Ujarnya.

Ditambahkan Romianto Ginting, 110 penghuni Tunalaras itu, 70% diantaranya adalah orang orang yang terlantar, sehingga kedepannya ketika mereka dinyatakan sembuh secara normal mereka  akan diperdayakan sesuai keahlian masing-masing.

"70% penghuni yang direhap, mereka adalah orang orang yang terlantar dan tidak tau keluarga mereka dimana. Makanya dari sekarang kita coba kasih berbagai  kegiatan, seperti berladang, membuat, membuat sabun cair, gelang dan kegiatan lainnya supaya kelak mereka sudah sembuh secara normal,  dia Sudah mempunyai ke ahlian untuk memenuhi kebutuhannya," Terangnya. (Dasa)

Loading...

Komentar