Menu Close Menu

Pedagang Daging Cabuli Seorang Pelajar di Kota Siantar

Selasa, 28 Agustus 2018 | 22:13 WIB
P.Siantar- Seorang pemuda pedagang daging bernama Jessio Priston Sihite Alias Sio (19) warga Jalan S.K.I No.17, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsintar, diciduk team jahtanras Polresta Siantar, dari rumah No.78, Jalan.D.I Panjaitan, Kelurahan Aek nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Pada Senin (20/8/2018) sore lalu sekitar pukul 18.00 WIB. Sio diamankan setelah aksinya yang diduga melarikan Korban anak di bawah umur berinisial MNP (15) warga Jalan DI Panjaitan, Siantar Selatan dipergoki oleh keluarga korban.

Kapolresta Siantar, AKBP Doddy Hermawan melalui Kasubbag Humas Polres Siantar, Iptu Resbon Gultom mengatakan, Pelaku diringkus Pada Sabtu (25/8/2018) lalu, ia sekarang berada di Mapolresta Siantar. Tersangka diamankan berdasarkan laporan dari keluarga korban dengan : No. Pol : LP / 341 / VIII / 2018 / SU / STR, dengan dugaan kasus melarikan serta diduga tindak pidana cabul, pada 22 Agustus 2018 lalu.

"Kita mendapat laporan dari keluarga korban, telah meringkus pelaku Sio, diduga melarikan dan mencabuli anak dibawah umur, Tersangka langsung kita amankan dari rumah korban di Kelurahan Aek nauli, Kota Siantar," ungkapnya kepada metropublik.com, Selasa (27/8/2018).

Lanjut Resbon, berdasarkan hasil penyelidikan sementara tersangka Sio yang sudah beristri dan mempunyai anak satu ini, sudah mengakui perbuatannya. Karna merasa telah menjalin hubungan asmara bersama korban yang masih di bawah umur itu, ia nekat melarikan korban, pada senin (20/8/2018) lalu.

"Lantaran 'api' asmara 'berkobar' dan menusuk ke hati, Sio nekat melarikan dan mencabuli korban yang masih berstatus pelajar itu," Ungkap Resbon.

Kasus ini langsung dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak(PPA) Polresta Siantar. "Langsung kami limpahkan ke Unit PPA Polresta Siantar karena korban masih di bawah umur," ujarnya.

Untuk proses hukum, sambung Resbon, tersangka yang diketahui bekerja penjual daging ini, di ancaman dengan hukuman 7 tahun kurungan penjara. "Tersangka di jerat dengan pasal 332 Ayat (1) KUHP hukuman 7 tahun penjara" pungkas Resbon. (Rizal Siregar).
Loading...

Komentar