Menu Close Menu

Albasius Depari, SH Kuasa Hukum Zukkifli Purba : Diduga Ada Rekayasa Tergugat, Mengajukan Saksi Testimoni dan Rekayasa Pembuatan AJB

Kamis, 06 September 2018 | 15:26 WIB
Tanah Karo - Albasius Depari, SH dan Eko Haridani Depari, SH yang berkantor di Sembiring Siahaan Law Office di Jakarta sebagai  kuasa hukum Zulkifli Purba anak kandung dari Alm Maju Purba, terkait  kasus hukum perdata, dimana Zulkifli Purba telah menggugat ibu tirinya Patimah dan Parma Purba yang telah menguasai seluruh harta milik ayahnya.

"Zulkifli Purba sebagai anak kandung Alm Maju Purba, berhak mendapat bagian dari harta ayahnya.tapi yang terjadi, seluruh harta itu dikuasai ibu tiri dan saudara tirinya Zulkifli Purba, ini sudah tidak manusiawi, "jelas Albasius usai sidang kesimpulan di Pengadilan Agama  (PA) Kabanjahe.

Lebih lanjut dikatakan kuasa hukum penggugat, Zulkifli Purba, Agenda pada hari ini adalah sidang kesimpulan,dimana penggugat dan tergugat  masing masing membuat kesimpulan dan  diserahkan kepada majelis hakim pengadilan agama.

Selain itu, sidang lanjutan yang di agendakan sebagai sidang  putusan, dijadwalkan dilaksanakan pada tanggal 24 oktober 2018 mendatang.

Sebagai kuasa hukum, kata Albasius,  pihaknya telah mengajukan kesimpulan, yang berisikan bahwasanya secara hukum PPJB yang dibuat oleh Patimah dan Parma Purba yang dikeluarkan pihak Notaris oleh Jantoni Tarigan tidak sah

Pasalnya, PPJB yang dikeluarkan oleh tergugat tersebut, dikeluarkan pada saat Alm Maju Purba dalam kondisi sakit parah dan AJB yang diterbitkan oleh Notaris Jantoni Tarigan tidak sah, karena dikeluarkan pada saat Alm Maju Purba sudah meninggal dunia atau terbit sehari sebelum almarhum meninggal dunia, yakni almarhum meninggal pada 16 desember 2015 sementara AJB diterbitkan pada tanggal 17 desember 2015.

Disini kami simpulkan bahwa AJB (Akta Jual Beli) yang dibuat oleh Notaris Jantoni Tarigan berdasarkan PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli). Di PPJB disebutkan salah satu isinya “sewaktu-waktu si A (inisial) dapat mewakili Maju Purba untuk melanjutkan Akta Jual Beli”. Dasar tersebut dikategorikan merupakan Surat Kuasa Mutlak yang yang sudah dilarang berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung Putusan No. 2584 K/Pdt/1986. Sementara berinisial A bukan merupakan ahli waris dan tidak dikenal oleh Zulkifli Purba.
 
Zulkifli Purba, melalui kuasa hukumnya Albasius Depari, berharap kepada Hakim,  dapat mempertimbangkan dengan baik alasan-alasan sebagai kuasa hukum penggugat kenapa berstatetmen seperti itu. "Kami berharap juga Hakim Majelis PA Kabanjahe sebagai  perperpanjangan tangan Tuhan didunia dapat menegakkan keadilan perkara kami," Harapnya

Adapun objek yang diperkarakan  oleh Zulkifli Purba menggugat ibu tirinya dan anak-anaknya, yakni  :Tanah seluas 6. 7 75 M2 yang di atasnya berdiri 48 rumah kontrakan dan 1 unit hotel di jln Trimurti Gg Kamboja /Gg Maju Purba No.60 Kelurahan Tambak Lau Mulgap I Berastagi telah dikuasai seluruh tanpa mendapatkan bagian sedikitpun.  (Dasa)

Loading...

Komentar