Menu Close Menu

Bandar Judi Online di Siantar Beromset Puluhan Juta Diringkus

Senin, 17 September 2018 | 22:36 WIB
P.Siantar- Seorang bandar judi online yang masuk jaringan bisnis judi online asal Siantar, bernama Irwan Thomson Hutabarat (42) berhasil diringkus Tim Jatanras Polres Kota PematangSiantar.

Tersangka kini diamankan di Polres Kota Siantar berikut sejumlah barang bukti, seperti Alamat website situs judi online "aneka4d", 2 buah buku notes berisikan rekapan hongkong dan Hp merk Nokia warna Hitam. Untuk melancarkan aksinya Irwan membuka warung tuak, dalam sebulan omset bisnis judi yang berhasil tersangka kumpulkan berjumlah 30 juta. Kasus cyber crime ini akan diusut tuntas Polres Siantar.

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan melalui Kasat Reserse Polres Siantar AKP Hasoloan Sinambela mengungkapkan, seorang pelaku judi warga Jalan Medan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar ini ditangkap di Jalan Medan, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Siantar Martoba. Irwan diamankan di warung tuak.

"Bisnis judi online yang dikendalikan tersangka ini sudah beroperasi sejak tahun 2016 di kota Siantar. Omsetnya per hari mencapai Rp 2 - 3 juta, sebulan bisa puluhan juta. Tersangka diringkus, di warung tuak yang juga sekalian tempat tinggalnya di jalan medan, kelurahan Martoba pada Minggu, (16/9) lalu, Sekira pukul 21.40 WIB. Kasus cyber crime ini akan kita usut tuntas," ungkap Hasoloan Sinambela ke metropublik.com, Senin (17/9/2018).

Dalam aksinya, sambung Hasoloan, Irwan langsung menerima titipan dari pembeli melalui SMS lalu direkap dan Tersangka secara mandiri memasukkan setorannya ke situs judi online "aneka4d".

"Dari pengakuan Irwan, Dia secara mandiri memasukkan setorannya ke situs judi online aneka4d. Tiap kali transaksi, dia dapat prosentase 35 persen dari situs judi online tersebut. Tersangka juga suda perna dihukum dengan kasus yang sama, tahun 2015 dia baru bebas," imbuhnya.

Sementara itu, Irwan mengaku menggeluti bisnis judi togel ini lantaran terhimpit kebutuhan ekonomi yang melambung tinggi. Selain itu dia (Irwan) mengaku pendapatan dari usaha warung tuak, tidak mencukupi untuk kebutuhan rumah tangga nya. Akibat desakan ekonomi menjadi pelecut pelaku untuk terus jalani bisnis haram tersebut.

"Saya buka warung tuak, pendapatan dari situ, kurang untuk kebutuhan ekonomi saya. Sementara Saya perlu uang untuk biaya kebutuhan sehari hari," pungkas Irwan lirih. (Rizal Siregar).

Loading...

Komentar