Menu Close Menu

Ironis, Galian C (Sirtu) di Siantar Ilegal Sejak 2011

Kamis, 27 September 2018 | 03:29 WIB
P.Siantar- Lokasi pertambangan pasir dan batu (galian C) milik Pardede, sejak tahun 2011 lalu sampai saat ini tidak mengantongi izin. Ironisnya, tambang tetap beroperasi walau tidak memiliki izin legalitas tersebut, ternyata dibekingi oleh seorang aparat.

Pantauan di lokasi tambang, tampak satu unit backhoe yang terparkir, dan satu truk yang tengah mengangkut pasir. Sementara itu tampak pekerja memukuli batu padas. Terlihat aktifitas puluhan pekerja di lokasi.

Menurut Kabid perizinan Kota Pematangsiantar Mardiana mengatakan, Kalau untuk izin tangkahan galian C itu dari Pemprov Sumut.

"Untuk tangkahan dan galian C, izinnya dari Provinsi Sumut, bukan dari kita mengeluarkan," pungkas Mardiana metropublik.com, Rabu (25/9).

Selain ilegal, Aktivitas tambang ini juga sudah memicu kerusakan akses jalan masyarakat yang tak jauh dari lokasi penambangan.

Lokasi galian C di Kelurahan Tanjung Tongah, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar membuat resah warga. Mereka menuntut agar aktivitas penambangan pasir batu (sirtu) yang diketahui milik Pardede, itu agar bertanggung jawab, karena selain jalan yang rusak, juga dikhawatirkan terjadi tanah longsor.

"Warga disini sudah resah dengan aktivitas penambangan galian C milik Pardede di kawasan ini, akses jalan kita rusak akibat alat berat dan Kita khawatir berakibat longsor. Tambang ini milik mereka pribadi yang mengelole anak nya", Kata Seorang perwakilan warga, Jali Damanik kepada metropublik.com di lokasi, Rabu (25/9/2018).

Semalam, lanjut Jali, warga meminta batu untuk perbaikan jalan agar bisa di lalui oleh masyarakat, Namun pihak pemilik tambang menolak tidak mengasih dengan nada yang tidak pantas, dan warga sempat hampir ribut dengan pemilik tambang.

"Yang merusak akses jalan ini akibat alat berat berjumlah 20 berlalu lalang itu semua milik pengusaha galian tersebut si Pardede itu yang keluar masuk ke sini. Semalam kami minta diturunkan batu untuk memperbaiki jalan ini, mereka tidak mau memberi malah menolak dengan ucapan yang tidak bagus dilontarkan oleh anak nya, jadi sempat hampir ribut," katanya.

Menurutnya dengan izin galian C tersebut, Dari yang pernah dikutip dari sosialisasi dari kantor camat dan Kepala Dinas pertambangan, Pak Siahaloho, kedua instansi ini sama hasil jawaban nya, Untuk kota siantar belum ada izin tambang galian C, dan semua masih dalam proses dan dalam waktu dekat Kapolda Sumut akan turun ke siantar untuk mengecek.

"Menurut Dari dalam undang-undang perizinan sudah ada aturannya jika lokasi penambangan berjarak 5 meter dari sungai dan berjarak 25 meter dari mata air. Namun kenyataan tidak seperti itu," ujarnya.

Dikatakan nya, Tambang galian C yang sudah beroperasi sudah 7 tahun, tidak memiliki izin legalitas itu, di bekingi Aparat.

"menurut informasi yang kami dengar, ada yang membekingi seorang aparat yang menerima kontribusi, tapi kami masih menyelusuri siapa aparat tersebut,"sambung Jali.

Tanggapan kami dari warga terhadap Galian C tersebut, Sebahagian warga ada yang suka dan ada yang tidak suka, Jadi belum belum di ketahui warga nya siapa- siapa saja. "Tapi yang jelas nya informasi sudah ada, tapi kita coba baiki dan luruskan", imbuhnya.

Harapan kami dari sebagian masyarakat yang resah, "Agar pemilik tangkahan itu harus memperbaiki jalan tersebut dan harus memiliki izin legalitas yang jelas", pungkasnya. (Tim/RS).

Loading...

Komentar