Menu Close Menu

Jaringan Pengedar Narkoba di Simalungun Dibongkar, 12 Orang Disedot

Senin, 24 September 2018 | 01:26 WIB
Simalungun- Jaringan peredaran narkoba di Kabupaten Simalungun dibongkar polisi. Selama 5 hari Polres Simalungun ringkus 12 orang pengedar. Yang mengejutkan, 11 Orang diantaranya ternyata mantan residivis narkoba dan 1 orang residivis pembunuhan.

Kapolres Simalungun, AKBP Liberty Panjaitan mengatakan, 12 orang tersangka diringkus dari 10 TKP berbeda. Pihaknya mengungkapkan belasan orang pengedar ini tergabung dalam satu jaringan. Sebab wilayah operasi mereka menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

"Kebiasaan pengedar selalu memutus informasi dengan jaringannya. Penyuplai Sabu tersebut bernama Budi. Kami belum mendapatkan identitasnya, sesuai keterangan dari pelaku, mereka hanya mengikuti petunjuk melalui dari Handphone dan tidak pernah berjumpa langsung, Oleh sebab itu, kami masih mendalaminya untuk mengungkap jaringan yang lebih besar, khusus nya di wilayah Simalungun," kata Liberty kepada wartawan, Saat Press Release nya di Lapangan Aspol Polres Simalungun Jaln Sangnauwaluh, Kecamatan Siantar Timur, Kota PematangSiantar, Minggu, (23/9/2018) Pukul 13.00 WIB.

Dengan didampingi Kasat Narkoba Simalungun AKP Juriadi Sembiring, Kapolres Liberty menyebutkan, dari penangkapan ke 12 pengedar tersebut berawal dari Abdul Rifai alias Rifai (16) diringkus di Jalan Kertas, Kelurahan Siantar State, Kecamatan Siantar, Kabupatan Simalungun pada Sabtu (14/9) lalu, pukul 20.00 WIB. Dengan Barang bukti 2 paket Sabu.

Dari keterangan Rifai, sabu tersebut didapat dari Dodi Kusuma (28). Pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 Wib, Satnarkoba berhasil meringkus Dodi di jalan Rakutta Sembiring Gang Leo, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar. Dodi mengakui telah memberikan sabu tersebut kepada Rifai yang diperolehnya dari Okto Pirngadi Simarmata (38).

Okto berhasil di ringkus dari lokasi yang tidak jauh dari penangkapan Rifai di Jalan Rakutta Sembiring Gang Naga Tujuh. Ditemukan barang bukti HP dan uang tunai Rp.170 ribu rupiah, hasil dari penjualan Sabu. Dari keterangan Okto, didapat sabu tersebut dari Sarel alias Brekele (42) dengan cara Laku Bayar. Diwaktu dan hari itu juga satnarkoba meringkus Brekele bersama barang bukti 12 peket sabu dengan berat 5,00 gram.

Personil Satnarkoba terus melakukan pengembangan jaringan narkoba dan berhasil meringkus Kamaluddin Munte alias Ayah Kamal (59) di areal pemakaman jalan Parsoburan, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Siantar pada Sabtu (15/9) lalu, sekira pukul17.30 WIB. Ayah Kamal mengaku telah memberikan sabu 5 gram yang didapatnya dari Boy, warga Kota Siantar.

Kapolres Liberty langsung memimpin penangkapan Boydora Samosir alias Boy (33) di rumahnya Jalan Silimakuta, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, Kota Siantar pada Minggu (16/9/) pukul 22.00 WIB lalu.

"Disaat Kita lakukan penggrebekan, situasi pintu rumahnya dalam keadaan terkunci, kita lakukan upaya dengan mengetuk pintu, dan disitu tidak ada yang menyahut, kemudian kita minta Kepling bersama tokoh masyarakat untuk membujuk agar membuka pintu. Upaya tersebut tidak berhasil, hingga kita ambil keputusan dengan cara mendobrak pintu samping, didalam si boy bersama istrinya yang berinisial IS kita ringkus," Kata Liberty.

Ditemukan sejumlah barang bukti Narkoba sabu didalam rumah saat dilakukan penggeledahan dan Tersangka Boy tidak mengakui Sabu tersebut miliknya. Ditanya keterkaitan nya dengan penangkapan Ayah Kamal. Tersangka Mengaku telah memberi Sabu sebanyak 1 ons (100 gram) ke Ayah kamal. Tidak itu saja dari pengakuan Boy, ia juga menjual sabu sebanyak 5 gram ke Indra Tazas alias Tazas (30) warga jalan Sibatu-batu Gang Amalia Blok IX, Kelurahan  Bah Kapul, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar.

"Di pintu gerbang kita amankan Safrizal Sinaga alias Rizal (23) dan Muhammad Fauzi alias Fauzi (44), Arnol (53) diringkus diteras rumah, sedangkan Tazas di dalam rumah kita ringkus dan ia mengaku mendapat sabu dari si boy," uajrnya.

Sedangka tersangka lain yang diamankan adalah Ermansyah Lubis (58) dan Abdul Khoir Nasution(33) diringkus di depan Masjid Al Muklisin jalan Medan Simpang Dolok Merangir, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun dengan barang bukti 1 bungkusan besar berisi Sabu.

"Pengakuan si Boy, dia mendapatkan sabu dari orang yang tidak ia kenal dan ia hanya hubungan melalui handpone. Dari situ kita lakukan Undercover, kita telpon dengan cara menyamar sebagai pembeli, dan sepakat bertemu di Jalan medan simpang seribelawan. Tepat di depan Masjid Al Muklisin Ermansyah dan Abdul Khoir kita ringkus, pengakuan kedua nya, mereka hanya kurir pemasok besar nya bernama Budi (DPO). Mereka mengaku tidak mengetahui keberadaan Budi, mereka hanya mengikuti petunjuk melalui handpone," Kata Liberty.

Menurut Liberty, jenis narkoba yang diedarkan jaringan ini sebagian besar adalah sabu-sabu. Sedikitnya 77,91 gram narkotika golongan I itu disita petugas. Namun, dari hasil penangkapan, pihaknya juga menyita 3 butir, dan bukti transaksi uang sebanyak 1,5 miliar perbulan. 
Yang mengejutkan, ternyata 12 orang ini merupakan residivis, 11 orang residivis kasus peredaran sabu-sabu. Sementara 1 oarang residivis Kasus pembunuhan. Akibat perbuatannya, ke 12 tersangka dijerat dengan Pasal 112 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

"Kami akan terus bekerjasama dengan Pemda, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Karena sasarannya pemuda, kalau tidak dicegah akan merusak generasi bangsa," pungkasnya. (Rizal Siregar).


Loading...

Komentar